25-27 Maret, Para ‘Pendekar’ Bertarung Merebut KONI Banggai Cup

oleh -295 Kali Dibaca
Rapat pengcab IPSI Banggai. (Foto: Istimewa)

LUWUK, Luwuk Times.ID— Para ‘pendekar’ yang tersebar pada sejumlah perguruan pencak silat se Kabupaten Banggai akan berkompetisi.

Jika tidak ada aral melintang kejuaraan berlabel kejuaraan pencak silat KONI Cup ke III itu dilaksanakan 25-27 Maret 2021. Rencananya kegiatan dirangkaikan dengan pelantikan Pengcab Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Banggai periode 2020-2024.

Pengurus IPSI Kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun kepada Luwuk Times, Senin (11/01) mengatakan, hajatan itu dirumuskan melalui rapat pengurus di kediaman Ketua Harian IPSI Banggai tadi malam.

“Rapatnya dilaksanakan di kediaman pak Dr. Gunawan sebagai ketua harian di Kelurahan Baru, dan dihadiri pengurus lainnya serta perwakilan sembilan perguruan Pencak Silat di daerah ini,” kata Sugiarto.

Rapat yang dimulai pukul 21.00-23.30 wita itu, selain membahas program kerja di tahun 2021 sekaligus evaluasi kegiatan di tahun sebelumnya.

Satu hal yang menjadi pembahasan menarik dari rapat itu, yakni sebut Sugiarto terkait rencana menggelar kejuraan pencak silat.

“Alhamdulillah, peserta rapat merespons akan dilaksanakannya kejuaraan. Sehingga sudah mengestimasi tanggal kejuaraannya,” kata Kepala Sekretariat KONI Kabupaten Banggai ini.

Bagaimana dengan masih maraknya penyebaran covid-19 di Kabupaten Banggai? Pertanyaan itu dijawab Sugi-sapaannya.

Hal itu menjadi pertimbangan. Sehingga jadwal yang direncanakan itu masih memungkinkan terjadi perubahan. Termasuk belum diputuskan apakah akan dipusatkan di ruang terbuka atau di ruang tertutup.

“Nantinya kami masih akan mempertimbangkan rencana itu kepada pihak terkait, termasuk tim satgas penanggulangan Covid-19,” kata Sugi.

Yang jelas sambung dia, kejuaraan yang rencana awal dijadwalkan sebelum bulan puasa itu, menjadi bagian dari program IPSI sekaligus pra Porkab yang akan dilaksanakan antara September-November tahun ini.

“Ini menjadi bagian dari pra Porkab. Seleksi atlet di tingkat kecamatan dan perguruan,” jelas Sugi.

Kalau pun agendanya tidak bergeser, maka Sugi menjamin kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

“Mulai dari atlet, panitia, wasit dan juri akan di rapid test. Untuk pembiayaan akan diatur lebih teknis lagi,” ucapnya.

Di tingkat regional, prestasi IPSI Banggai masuk kategori menengah. Pada Porprov se Sulteng di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2019, pencak silat Banggai meraih 12 medali, rinciannya, 4 emas, 2 perak dan 6 perunggu.

Untuk Porprov tahun 2022 di Kabupaten Buol, tentu IPSI Banggai punya target melebihi raihan medali pada Porprov se Sulteng sebelumnya. Nah, untuk merealisasikan harapan itu, tentu ajang seleksi di arena Porkab sangat dibutuhkan. *

(yan)