APBD Anjlok Petahana Diserang Dua Paslon, Begini Jawaban HY

oleh -553 Kali Dibaca
Calon bupati Banggai, Herwin Yatim memberi penjelasan seputar pertanyaan dua paslon terkait anjloknya APBD Banggai. (Foto: Sofyan)

LUWUK, Luwuktimes.id – Pada segmen ketiga dan segmen keempat debat publik putaran II pilkada Banggai, Minggu (22/11), kedua paslon 02 dan 01 menyerang paslon nomor urut 03 terkait anjloknya anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Calon bupati nomor urut 03 Herwin Yatim (HY) pun memberi jawaban atas sodoran pertanyaan yang dilayangkan calon bupati nomor urut 2 Amirudin Tamoreka dan calon bupati nomor urut 1 Sulianti Murad pada dua segmen sekaligus yang dipandu moderator Dr. Abdullah Iskandar tersebut.

Di segmen ketiga, Amirudin Tamoreka lebih dulu menyoalnya. “Dari era Sudarto (almarhum) ke Ma’mun Amir Rp450 miliar (APBD) naik menjadi Rp800 miliar. Di era Sofhian Mile naik lagi menjadi Rp2,2 triliun. Tapi ketika bapak (Herwin Yatim) memimpin ini bukan naik tapi turun,” kata Amirudin.

“Bagaiman anda katakan bahwa uang bukan segala-galanya. Bagaimana memberikan pelayanan secara gratis kalau tanpa dana. Bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi tanpa uang. Begitu juga bagaimana memberikan pelayanan kesehatan tanpa uang. Semuanya harus dengan uang,” tambah Amirudin.

Baca juga: Batik Nambo, 02 Pertanyakan Tempat Produksi, 01 Persoalkan Biaya Promosi

Soal angka APBD kembali dipertegas Amirudin. “Mestinya trendnya naik. Tapi malah turun dari Rp2,2 trilun menjadi Rp1,8 triliun. Ini jelas jadi PR kita semua,” kata AT-sapaan Amirudin Tamoreka.

HY langsung maledeni pertanyaan AT. “Tahun ini APBD turun. Iya, nda apa-apa turun. Tapi tukin tetap bertahan. Tidak apa-apa turun yang penting honor tetap terbayarkan. BPJS terbayarkan. Terus ada masalah apa dengan turunnya anggaran itu,” jawab HY.

Lanjut HY, struktur APBD kita bergantung pada APBD pusat. Kita tidak bisa menentukan padahal, PAD kita hanya Rp250 miliar.

“Insyallah kedepan berakhir kontrak kerja dengan gas ini, kita coba untuk menggaet mereka. Tapi bukan dipotong di tengah-tengah. Permen SDM nomor 37/2016 itu membantah saudara punya analogi bahwa kita bisa ambil di tengah perjalan, terhadap persoalan gas itu,” kata HY. Yang pasti, meski anggaran kecil tapi berdaya guna serta menguntungkan masyarakat Banggai.