AT-FM Benahi Sistem Perizinan, Target Banggai Jadi Lumbung Padi di Sulteng

oleh -351 Kali Dibaca
Paslon bupati/wakil bupati Banggai, Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili

LUWUK, Luwuktimes.id – Dua konsep populis disampaikan pasangan calon (paslon) bupati/wakil bupati Banggai, H. Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili (AT-FM) pada segmen I debat publik putaran III, Minggu (29/11).

Selain akan membenahi sistem perizinan, paslon nomor urut 02 ini juga berhasrat menjadikan Kabupaten Banggai sebagai lumbung padi di Provinsi Sulteng.

“Kami akan benahi soal perizinan. Karena saat ini kami tidak melihat Kabupaten Banggai mengikuti konsep nasional tentang aparatur pemberdayaan migas. Ini penting karena menyangkut devisa negara,” kata calon bupati Banggai, Amirudin Tamoreka.

Ketika bicara devisa, maka tentu saja sudah menyangkut pendapatan daerah. Olehnya, kata Haji Amir-sapaannya, ketika rakyat Kabupaten Banggai memberi kepercayaannya sebagai kepala daerah, maka langkah kedepan akan mempermudah proses perizinan.

“Migas di Kabupaten Banggai sangat menjanjikan. Ini menjadi peluang besar dalam rangka meningkatkan APBD Banggai,” kata Haji Amir.

Baca juga: Di Mata HATIMU, WINSTAR Kantongi Raport Merah, Ini Daftarnya

Kabupaten Banggai, bahkan Indonesia sampai saat ini masih melakukan impor besar. AT-FM juga akan memprioritaskan pembangunan irigasi pada sejumlah kecamatan. Targetnya adalah menjadikan Kabupaten Banggai sebagai lumbung padi di Sulteng.

Diakui Haji Amir, pembangunan di Kabupaten Banggai tidak bisa beridiri sendiri. Akan tetapi ada keserasian antara kabupaten, provinsi dan pusat. Dan AT-FM akan melaksanakan penyelarasan metode pembangunan tersebut.

“Contoh kasus, lima tahun masyarakat di wilayah kepala burung, termasuk Bualemo tidak menikmati infrastruktur jalan. Alasannya, karena kewenangan provinsi. Kedepan kami akan mengawal mulai dari Musrenbang kabupaten sampai provinsi hingga pusat,” ucapnya.

Di bidang pendidikan lanjut calon bupati yang diusung NasDem, Golkar, PKB dan Partai Hanura ini, tidak kalah memprihatinkan. Sejauh ini, Kabupaten Banggai kekurangan tenaga guru.

“Bidang pendidikan juga perlu dibenahi. Kita masih kekurangan guru SMA 350 orang, SMP 500 orang dan SD 80 orang. Begitu pula dengan honor tenaga pengajar harus dinaikkan,” jelas Haji Amir. *

(yan)

No More Posts Available.

No more pages to load.