Blusukan di Simpong, Warga Sebut Saatnya Bupati Perempuan

oleh -503 Kali Dibaca
Paslon HATIMU bersama tim koalisi Gerindra-PAN menggelar blusukan di Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan, Jumat (30/10/2020). (Foto: Istimewa)

LUWUK, Luwuktimes.id— Konsolidasi pasangan calon (paslon) bupati/wakil bupati Banggai, Hj. Sulianti Murad-H. Zainal Abidin Alihamu (HATIMU) saat ini fokus di daerah pemilihan (dapil) I.

Jika hari sebelumnya menyambangi warga di Kelurahan Mangkio Baru Kecamatan Luwuk dan Kelurahan Jole Kecamatan Luwuk Selatan, di Jumat berkah, paslon nomor urut 1 ini blusukan di Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan.

Tak sekadar tatap muka sekaligus menyatakan sikap politik untuk tampil di Pilkada Banggai. Tetapi agenda paslon HATIMU bersama tim koalisi pemenangan Gerindra-PAN juga menyerap aspirasi warga.

Tak berbeda dengan kelurahan yang dikunjungi sebelumnya. Di Kelurahan Simpong yang notabene pusat wilayah pemerintahan Kabupaten Banggai juga tidak sedikit warga yang menyuarakan tentang belum terpenuhinya tingkat kesejahteraan.

“Bilang daerah kita punya kekayaan alam berlimpah. Tapi kenapa masih banyak warga miskin, termasuk di wilayah perkotaan,” kata Adi.

Dia pun berharap, tampilnya Sulianti Murad-Zainal Abidin Alihamu di pilkada, mampu menjawab salah satu dari banyak persoalan yang kini dirasakan warga.

Baca juga: Salam 1 Jari dari Murad Husain, Bukti Dukungan buat HATIMU

“Kalau memang ingin ada perubahan, cuma 1 solusinya, pilih HATIMU,” kata Adi.

Suara perempuan juga tidak ketinggalan, pada blusukan paslon HATIMU yang dimulai pukul 09.30-11.00 wita itu. Salah satunya Rinanda.

Kata dia, ini sebuah kesempatan emas bagi para pemilih perempuan di Kabupaten Banggai, menyusul tampilnya Sulianti Murad sebagai satu-satunya kandidat keterwakilan gender.

Lagi pula tambah ibu rumah tangga tersebut, selama Kabupaten Banggai ada, belum pernah kepala daerahnya dipimpin sosok perempuan.

“Saya kira saatnya perempuan bersatu untuk memenangkan ibu Sulianti Murad sehingga menjadi Bupati Banggai,” ucapnya.

Dia juga sepakat dengan pendapat bahwa pemimpin perempuan itu lebih peka terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya. “Pendapat itu benar. Apabila Tuhan merestui ibu Sulianti menjadi Bupati Banggai, maka saya yakin setiap persoalan mampu diselesaikan dengan hati,” kata Rinanda. *

(wan)