Di Medsos, Sahabat Pejuang HATIMU Kampanyekan Politik Santun

Calon Bupati Banggai Sulianti Murad berdialog dengan pedagang. (Foto: Istimewa)

LUWUK, Luwuktimes.id— Jelang voting day 9 Desember 2020, di media sosial (medsos) kerap kita membaca berbagai kalangan saling hujat, saling sindir bahkan terkadang saling caci. Konsep seperti itu sepertinya tidak berlaku bagi pasangan calon (paslon) Hj. Sulianti Murad-H. Zainal Abidin Alihamu (HATIMU). Melaui relawannya, paslon nomor urut 1 ini terus mengkampanyekan politik santun kepada masyarakat Kabupaten Banggai.

Akun resmi facebook sahabat pejuang HATIMU Rabu (11/11) kembali memposting pesan moril tersebut.

“Mari kita saling mengingatkan agar tidak melayani segala hujatan yang kita lihat, baca dan yang kita dengarkan,” tulis akun itu.

Baca Juga:  Sukses Gelar Pilkada di Era Pandemi, DKPP Beri Catatan buat Penyelenggara

Sejatinya, masih begitu banyak persoalan yang dirasakan masyarakat Kabupaten Banggai, yang tentu saja perlu dicarikan solusinya.

Dan kondisi itu digambarkan Sahabat Pejuang HATIMU dalam postingan lanjutannya.

Bacaan Lainnya

“Ingat; rakyat yang susah makan, anak yang putus sekolah, ibu-ibu yang hidup dalam rumah sempit dan kumuh, petani yang butuh akses jalan tani, anak muda yang butuh pekerjaan, para sarjana yang menganggur, para ketua RT/RW, para guru ngaji, para tua adat, para lansia, orang orang yang sakit, ibu-ibu yang tidak punya penghasilan, dan banyak lagi jiwa di pelosok pedesaan”.

Baca Juga:  Ini Daftar PAW KPU, Apakah Bernasib Sama dengan 4 Komisioner Bawaslu?

Tidak sampai disitu pesan Sahabat Pejuang HATIMU, “Ingat; rakyat tidak butuh pembelaan kita atas segala hujatan pada diri kami. Mereka hanya butuh perhatian nyata, keberpihakan langsung, mereka butuh solusi kongkrit. Mereka butuh diperlakukan adil sebagai warga negara oleh pemimpinnya”.

Baca Juga:  Paslon Amirudin-Furqanudin di Mata Arifin Lambaga

Pesan pada closing status itu yakni, “Jangan buang waktu melayani hujatan mereka pada kami. Kita curahkan energi untuk kebersamaan kita dengan rakyat. Kita tidak hanya diikat dengan urusan pilkada, tapi kita diikat dengan energi perjuangan untuk rakyat yang tidak berakhir”.

Politik santun memang menjadi fraim perjuangan paslon Sulianti-Zainal di pilkada tahun ini. Bukan karena semata mencari simpatik publik. Tapi itu sudah menjadi karakter asli keseharian kedua figur yang diusung Gerindra-PAN tersebut. *

(yan)

Pos terkait