78 Kali Dibaca

Gunakan Bom Ikan, Nelayan Desa Bajo Diamankan Polisi

  • Bagikan
Nelayan Desa Bajo
SD alias T (38) yang merupakan nelayan desa Bajo diamankan polisi, karena diduga menggunakan bom ikan. (Foto: Istimewa)

Reporter Muh. Dahlan

LIANG— Seorang Desa Bajo Kecamatan Liang Kabupaten , diamankan personil Sat Polairud Polres Bangkep dan Liang. Pria berinisial SD alias T (38) diduga menggunakan bahan peledak saat menangkap ikan di perairan Kecamatan Liang, Jumat (14/01/2022).

“Benar, pengeboman ikan dilakukan SD aliat T (38) nelayan pada perairan Kecamatan Liang,” kata Liang Iptu Arifin Utina.

Dijelaskannya, saat itu personil Polsek Liang sedang melaksanakan apel pagi. Dari halaman kantor Polsek Liang terdengar jelas bunyi .  

Baca Juga:  Sembilan Kali Beraksi, Tiga Pelajar Ini Ditangkap Polisi

Kapolsek Liang Iptu Arifin Utina bersama personilnya serta Personil Sat Polairud Polres Bangkep saat itu menuju pelabuhan. Dan menemukan sejumlah nelayan sedang berada dilokasi untuk mengambil ikan.

Tak berselang lama terduga menyerahkan diri kepada personil Polsek Liang.

Sejumlah barang bukti ditemukan pada nelayan desa Bajo itu. Yakni satu buah perahu, satu mesin katinting merk matare 15 PK, satu buah selang kompresor dan satu buah jaring ikan.

Selain itu satu pendayung sampan, ikan sebanyak 10 kg, satu buah kaki katak/fins juga diamankan Personil Sat Polairud Polres Bangkep.

Baca Juga:  Ini Komitmen BNNK di Hari Anti Narkotika Internasional

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Bangkep Akp Darfin menerangkan, atas kasus ini, terduga SD akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Akp Darfin juga menegaskan, kami tidak akan mentolerir terhadap para pelaku pemboman ikan. Pihaknya akan menindak tegas siapa saja pelakunya, baik yang berada di wilayah Bangkep maupun dan Balut.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat nelayan agar menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Tidak menggunakan alat peledak, karena akan merusak terumbu karang untuk kelangsungan hidup masa akan datang”, pungkasnya. *

  • Bagikan
error: Content is protected !!