Hasil Survei HY 68 Persen, Muharram: Pesaing Hanya 9,9 Persen

Muharram Nurdin

LUWUK, Luwuktimes.id – PDI Perjuangan mengklaim hasil survei Herwin Yatim (HY) tak tertandingi. Bakal calon bupati Banggai ini tingkat elektabilitasnya mencapai 68 persen. Angka ini terpaut jauh dengan figur pesaingnya, yang hanya bermain 9,9 persen.

“Rival HY tidak tembus 10 persen. Sementara HY menyentuh angka 68 persen. Itu sudah masuk tahap aman,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulteng, Muharram Nurdin, pada jumpa pers di sekretariat DPC PDIP Kabupaten Banggai, Sabtu (26/09/2020).

Hanya saja Muharram tidak menyebut apa saja nama lembaga survei yang menempatkan posisi Ketua DPC PDIP Kabupaten Banggai itu pada tingkat keterpilihan tertinggi tersebut.

Baca Juga:  Menangkan HATIMU di Batui sudah Menjadi Panggilan Hati

Didampingi Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Banggai, Suprapto beserta para pengurus partai banteng moncong putih lainnya, Muharram berujar, ada tiga lembaga survei yang digunakan partai untuk pilkada Banggai. Dan ketiga hasil survei itu sama-sama menempatkan posisi HY tidak terkejar tersebut.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Herwin Menang di PTTUN Makassar, Begini Tanggapan Tergugat

“Ada tiga lembaga survei. Dua dikontrak langsung HY. Sedang satunya dari DPP,” kata Muharram tanpa menyebut satupun nama lembaga survei itu.

Dijelaskannya lagi, pasca pendaftaran pasangan calon, belum ada rilis terbaru dari hasil survei.

“Di Kabupaten Banggai ada tiga paslon yang mendaftar. Nah, hasil survei paslon ini yang belum ada rilisnya,” kata Muharram.

Saat ini sambung dia, PDIP lagi fokus pada langkah hukum terkait SK KPU Banggai yang meng TMS kan Herwin Yatim-Mustar Labolo.

Partainya optimis upaya hukum itu akan membuahkan hasil menggembirakan, sekaligus akan mengantarkan Herwin-Mustar kembali menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banggai periode kedua.

Baca Juga:  Aduh, Gunakan Data Perhitungan Suara Sah KPU Kota Makassar

Ini adalah panggung politik. Jadi kata Muharram segala cara ditempuh, termasuk upaya mengganjal pencalonan Herwin-Mustar. Karena ketika keduanya resmi menjadi kontestan pilkada, maka kemenangan sudah di depan mata.

“Boleh jadi ini bagian dari strategi mengganjal HY yang memiliki elektabilitas dan tingkat keterpilihan tinggi. Sebab tidak bisa dikalahkan dengan perolehan suara, maka strategi TMS lah yang digunakan. Tapi ini kami maklumi, bagian dari kontestasi,” ucap Muharram. *

(yan)

Pos terkait