IGD Ditutup, LSM Lapelhi Desak DPRD Hearing RSUD Luwuk

oleh -516 Kali Dibaca
Faisal Badjarat, Nasir Himran dan Yusran Kasim

LUWUK, Luwuktimes.id – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lapelhi meminta kepada DPRD Banggai untuk menggelar hearing terhadap RSUD Luwuk. Desakan ini muncul, lantaran adanya kebijakan organisasi perangkat daerah (OPD) itu untuk menutup instalasi gawat darurat (IGD).

“Saya meminta kepada DPRD mengundang pihak RSUD Luwuk untuk dilaksanakan rapat dengar pendapat,” kata Ketua LSM Lapelhi, Faisal Badjarat, Sabtu (17/10/2020).

Dikatakannya, terlepas almarhumah Haina Badjarat adalah sepupunya, akan tetapi kebijakan RSUD Luwuk untuk menutup sementara IGD tidaklah dibenarkan. Atas nama keluarga tegas Faisal, pihaknya sangat keberatan.

“Kami keberatan IGD RSUD Luwuk ditutup. Dalam kondisi perang saja, tidak dibenarkan rumah sakit tak beroperasi,” kata dia.

Terkait masalah covid-19 yang berakibat beberapa perawat di RSUD Luwuk telah terpapar pandemi, bagi Faisal tidak mesti menjadi alasan sehingga pelayanan IGD tidak ada sama sekali.

“Kan bisa cari alternatif lain. Semisal melibatkan perawat yang ada di Puskesmas. Atau dibuatkan tempat darurat untuk melayani pasien lain. Dan bukan dengan cara ditutup,” kata dia.

Lagi pula sambung Faisal, almarhumah sebelum meninggal dunia lantaran tidak mendapat pertolongan di IGD, hasil rapid test nonreaktif.

“Beliau stroke ringan serta penyakit bawaan jantung, sehingga kesulitan bernafas. Tapi nonreaktif. Kami ke RSUD Luwuk karena ada oksigen,” kata Faisal.

Memang sambung dia, ajal merupakan kehendak Allah Swt. Tapi yang disesalkan keluarga adalah masalah pelayanan RSUD Luwuk yang tidak baik. Yang pasti tekan Faisal, pihaknya tak sekadar mendesak DPRD untuk hearing. Tapi akan menuntut RSUD Luwuk atas kelalaian tersebut.

Baca juga: IGD RSUD Ditutup Telan Korban, Nasir Himran: Kebijakan yang Tidak Populis

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Banggai, Nasir Himran mengaku telah mendapat jawaban dari RSUD Luwuk terhadap statemen yang sebelumnya dilansir media ini.

“Sudah ada jawaban dari RSUD Luwuk. Katanya IGD ditutup mulai tanggal 19-24 Oktober. Sementara kejadian tanggal 16 Oktober,” kata Nasir Himran.

Meski begitu lanjut anggota Komisi 3 DPRD Banggai ini, persoalan ini perlu terus diberitakan. Sehingga masyarakat jangan dibuat bingung.

“Yang pasti penonaktifan pelayanan IGD merupakan kebijakan keliru. Karena masyarakat selalu berharap RS harus dapat melayani setiap orang yang sakit,. Jadi harus tetap tersedia IGD dan pelayanan harus tetap tersedia,” tegasnya.

Menyangkut desakan hearing, Ami Ateng-sapaannya akan berkoordinasi dengan komisi yang berkompoten.

“Ini ranah Komisi 2. Nanti saya sampaikan agar bisa RDP dengan RSUD Luwuk,” kata Ami Ateng.

Direktur RSUD Luwuk, Yusran Kasim sempat memberi jawaban singkat terkait pertanyaan media. Via whatsapp (WA) sekitar pukul 12.14 wita Sabtu (17/10/2020) Yusran mengatakan, pasien atas nama siapa. Semua pelayanan masih normal seperti biasa.

Tapi setelah disodor pertanyaan sembari dikirim postingan berita dengan judul “IGD RSUD Ditutup Telan Korban, Nasir Himran: Kebijakan yang Tidak Populis” tak dijawab Yusran. *

(yan)

No More Posts Available.

No more pages to load.