IGD RSUD Ditutup Telan Korban, Nasir Himran: Kebijakan yang Tidak Populis

Nasir Himran

LUWUK, Luwuktimes.id – Kebijakan managemen RSUD Luwuk menutup layanan instalasi gawat darurat (IGD) sejak Jumat (16/10/2020) pagi, akhirnya berkonsekwensi pahit.

Nyawa pasien warga Kecamatan Lobu, Haina Badjarat tidak tertolong, setelah lebih dari setengah jam menunggu di depan IGD RSUD Luwuk. Tak hanya keluarga. Kalangan anggota DPRD Banggai juga menyesalkan kebijakan penutupan layanan IGD yang sangat tidak populis itu.

“Kenapa tak ada satupun perawat disana. Kenapa pula ruangan IGD ditutup. Kebijakan yang sangat tidak populis,” kata anggota DPRD Banggai asal PKS, Nasir Himran kepada Luwuktimes.id, Sabtu (17/10/2020).

Baca Juga:  Bantu Pendidikan Anak Indonesia Melalui CSR Peduli “Caring for Children”

Nasir Himran menjelaskan, awalnya pasien di rawat rumah sakit (RS) Claire Medika Luwuk. Pasien berumur 60-an tahun ini mengalami stroke ringan serta sesak nafas.

Oleh pihak RS Claire Medika Luwuk merujuk Haina ke RSUD Luwuk. Karena di RSUD memiliki fasilitas lebih lengkap.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Giliran DPRD Banggai Dukung Agenda Temu Tokoh Se-Sultim

“Kebetulan keponakan pasien adalah dokter ahli di Makassar. Dia menganjurkan untuk merujuk ke RSUD Luwuk. Bahkan sempat berkonsultasi dengan dokter ahli di RSUD. Dan dokter ahli itu menyatakan siap melayani,” jelas Nasir Himran.

Namun sambung politisi lalong dua periode ini, setelah tiba di IGD RSUD Luwuk dengan menggunakan ambulance, ruangan itu tertutup.

Pos terkait