JOB Tomori dan PEP Donggi, Menuju Target Produksi Migas Nasional

Zona 13
JOB Tomori dan PEP Donggi menggelar Vendor Day Bersama Zona 13, Selasa-Kamis (25-27/01/2022) di Luwuk Kabupaten Banggai. (Foto: Istimewa)

LUWUK— Selama tiga hari, Selasa-Kamis (25-27/1/2022) di Luwuk Kabupaten Banggai Provinsi Sulteng, Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) dan PT. Pertamina EP Donggi Matindok, menggelar Vendor Day Bersama Zona 13.

Selain dalam rangka menjalin tali silaturahmi, kegiatan itu bertujuan untuk pembinaan kepada seluruh mitra kerja penyedia barang dan jasa pada lingkungan JOB Tomori dan EP Donggi, sehingga tercipta sinergi yang baik.

Makanya sudah sangat tepat jika agenda itu mengangkat tema “Membangun Sinergi dalam Pemberdayaan Kapasitas Nasional, Menuju Pencapaian Target Produksi Migas Nasional”.

General Manager Zona 13 (JOB Tomori dan PT. Pertamina EP Donggi Matindok), Imam Nur Akbar berujar, ini merupakan program rutin tahunan yang telah mendapat persetujuan dari SKK Migas.

Baca Juga:  Kwarcab Pramuka Banggai dan JOB Tomori Peduli Sulbar
General Manager Zona 13 (JOB Tomori dan PT. Pertamina EP Donggi Matindok), Imam Nur Akbar. (Foto: Istimewa)

Tujuannya, agar suluruh mitra kerja dapat beradaptasi dengan perkembangan terkini pada internal indutri hulu migas yang terus berkembang seiring kemajuan era digitalisasi.

Bacaan Lainnya

Pasalnya sambung Imam Nur Akbar, industri hulu migas yang berada pada wilayah zona 13 Kabupaten Banggai, akan mengimplementasikan beberapa system online dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga:  Muscab Gapensi Banggai 17 Februari, Tomi: Malamnya Pelantikan

Seperti sebut Imam Nur Akbar,electronic Procurement (E-Proc), system Electronic Invoicing, penerapan system management anti penyuapan berdasarkan ISO 37001: 2016 serta penerapan contractor safety management system (CSMS).

”Tekad kuat kami terus membangun sinergi dengan berbagai pihak. Agar mencapai produksi migas nasional, yang oleh pemerintah menargetkan 1 juta barel perhari untuk minyak bumi dan 12 milyar standar kaki kubik per hari untuk gas bumi di tahun 2030,” kata Imam Nur Akbar.

Pos terkait