Jubir Satgas Urai Perjalanan Covid-19 di Kabupaten Banggai

oleh -224 Kali Dibaca
Dari kiri Lurah Bungin Muhtar Kantu, Ketua PWI Banggai Iskandar Djiada, jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Nurmasita Datu Adam dan perwakilan JOB Pertamina-Medco EP Tomori Hidayat Monoarfa. (FOTO: istimewa)

LUWUK, Luwuk Times.ID— Juru Bicara (jubir) Tim Gugus Tugas Covid-19 Banggai Nurmasita Datu Adam, tampil sebagai pemateri pada seminar Peningakatan Kewaspadaan Transmisi Lokal Penyebaran Covid-19 yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banggai, di sekretariat jalan Imam Bonjol, Kamis (11/2).

Selain Nurmasita, hadir juga Lurah Bungin Muhtar Kantu, S.Ag, dan Ketua PWI Banggai Iskandar Djiada. Turut hadir pula perwakilan JOB Pertamina-Medco EP Tomori Hidayat Monoarfa, ST.

Pada kesempatan itu, Nurmasita sedikit mengurai tentang perjalanan covid-19 di Kabupaten Banggai.

Penyebaran virus corona di daerah ini ditandai dengan kasus perdana pada tanggal 17 Mei 2020. Pada bulan Agustus, Satgas Covid-19 melaksanakan tracing di lapangan dengan temuan adanya satu orang yang tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, namun terpapar covid-19.

“Tanggal 6 Agustus Kabupaten Banggai ditetapkan transmisi lokal, dan ini ditindak lanjuti dengan Surat Edaran Bupati pada tanggal 19 Agustus,” tuturnya.

Pada bulan Oktober lanjut Nurmasita, terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif dari banyaknya cluster penyebaran.

“Penyebabnya masih longgarnya penerapan protokol kesehatan,” ucapnya.

Lonjakan kasus kembali terjadi di bulan November dan Desember. Ini direspon pemerintah kata dia dengan menyiapkan RS Darurat yang menempati ruangan diklat BKPSDM Banggai yang diperuntukkan bagi pasien dengan gejala ringan dan memberlakukan protokol kesehatan.

“Selama 14 hari saja kita patuhi protokol kesehatan. Dihari ke 15 pasti pasti akan ada tren penurunan covid-19,” kata Nurmasita.

Hanya saja tidak mudah kata Nurmasita untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

“Kami minta bantuan teman-teman wartawan untuk menyampaikan ke masyarakat pentingnya mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga: Kampanye Kewaspadaan Transmisi Lokal Covid-19 di Kalangan Wartawan

Masih dengan pemaparan Nurmasita, saat ini di Kabupaten Banggai telah dibagi zonasi covid-19. Kecamatan Luwuk, Luwuk Selatan, Luwuk Utara, dan Toili adalah Zona Merah dengan jumlah kasus diatas 20. Sedang kecamatan lain masih berstatus zona hijau.

Bagaimana dengan vaksinasi sinocav?

Nurmasita kembali melanjutkan materiya, vaksinasi berguna melindungi diri dari paparan covid-19 dengan pembentukan imunitas tubuh yang semakin baik. Orang yang telah di vaksin sebut dia juga tidak akan mengalami sakit yang berat.

“Vaksin menurunkan angka kematian dan kesakitan,” ungkapnya.

Saat ini dari 2.570 tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi sasaran vaksinasi termin kedua telah tercover 1.559 nakes dengan atau 66,31 persen dari jumlah keseluruhan.

Dari data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dicatat Satgas Covid-19, kondisi kesehatan para Nakes dalam keadaan normal.

“Alhamdulillah aman-aman saja. Reaksinya jelas ada, tapi dalam kategori ringan seperti mengantuk,” tuturnya.

Enam dari puluhan wartawan yang hadir pada rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 tersebut, merespon materi yang disajikan Nurmasita dengan berbagai pertanyaan, diantaranya terkait keseriusan Satgas Covid-19 melaksanakan tracing dan penanganan pasien, kandungan dari vaksin Sinovac, dan pembentukan herd immunity (kekebalan kelompok).

Ketua PWI Iskandar Djiada kembali mengingatkan kepada seluruh jurnalis agar dapat menjadi penangkal hoax terkait ketakutan masyarakat pada vaksin covid-19.

“Kita harus menjadi energi tambahan bagi tenaga kesehatan yang berperang melawan covid-19. Jangan hanya pintar tulis, tapi tidak pintar melaksanakan protokol kesehatan,” cetusnya. *

(cen)