Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Apakah Program Vaksinasi Efektif?

oleh -134 Kali Dibaca
Ilustrasi covid-19

JAKARTA, Luwuk Times.ID— Indonesia dan sejumlah negara lainnya di dunia tengah bertempur mengakhiri pandemi virus corona penyebab Covid-19.

Disebutkan Bloomberg (5/2/2021) sebagaimana dikutip dari Kompas.com, salah satu jalan yang ditempuh untuk mengakhiri pandemi adalah dengan melakukan vaksinasi massal agar bisa kembali ke kehidupan normal.

Namun, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang sudah dijalankan mulai pertengahan Januari 2021 lalu dirasa belum maksimal.

Prediksi Bloomberg

Berdasarkan hitungan Bloomberg, proses vaksinasi di Indonesia masih kalah cepat dengan beberapa negara-negara lainya. Bloomberg memprediksi, dengan tingkat vaksinasi saat ini, Indonesia baru bisa menjangkau 75 persen vaksinasi populasi dengan dua dosis vaksin dan mengakhiri pandemi sekitar 10 tahun lagi.

Indonesia tidak sendiri, dengan analisis yang serupa, India dan Rusia juga memiliki waktu estimasi sama, yakni menunggu hingga satu dekade lamanya.

Prediksi itu diambil setelah Bloomberg membangun basis data suntikan vaksinasi Covid-19 terbesar yang diberikan di seluruh dunia, dengan lebih dari 119 juta dosis diberikan di seluruh dunia.

Bagaimana tanggapan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, vaksinasi Covid-19 di Indonesia tidak akan memakan waktu hingga 10 tahun.

Nadia menyebut, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia tidak akan lebih dari dari dua tahun.

“Bahkan kita akan selesai (vaksinasi) dalam waktu 12 bulan. Seluruh masyarakat tervaksinasi,” ujar Nadia.

Selain menyebut vaksinasi ditargetkan bisa selesai dalam 12 bulan, Nadia juga membagikan road map pelaksanaan vaksinasi dari Kemenkes RI yang ditarget selesai pada Maret 2022.

Dia menuturkan, target sasaran yang akan divaksin adalah berjumlah 181,5 juta jiwa. Saat ini, lanjut dia, kecepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia berkisar 60.000 hingga 80.000 dalam satu hari.

“60-80 ribu orang divaksin dalam satu hari dan terus ditingkatkan,” jelas Nadia.

Lebih lanjut, dia mengaku tak mempermasalahkan adanya prediksi soal kapan berakhirnya pandemi di Indonesia dilihat dari kecepatan vaksinasi saat ini. Sebab menurut dia pemerintah melalui Kementerian kesehatan RI juga memiliki strategi percepatan vaksinasi tersendiri.

“Orang kan boleh buat asumsi yang linier, kita juga punya strategi percepatan,” papar Nadia.

Vaksinasi 1 juta orang per hari Ditambahkan Nadia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta untuk dilakukan sejumlah percepatan.

“Pak Presiden (Jokowi) sudah meminta untuk membuat strategi penyuntikan 1 juta per hari,” tambah dia.

Nadia menyebutkan, nantinya dengan sebagian besar masyarakat yang sudah tervaksinasi diharapkan kekebalan kelompok dapat segera terjadi.

“Tetapi ingat, masyarakat tetap perlu menerapkan protokol-protokol kesehatan. Vaksinasi adalah salah satu intervensi pengendalian penyakit menular,” jelasnya.

Vaksin bukan solusi tunggal

Sementara itu, epidemolog Griffith University Dicky Budiman menyatakan, vaksin bukan lah sebuah solusi tunggal untuk menyelesaikan pandemi. Sehingga, jangan berpuas diri dulu jika suatu negara atau wilayah sudah melakukan vaksinasi dan mencapai cakupan untuk herd immunity.

“Ada satu hal yang harus jadi perhatian semua adalah situasi terkendali sekali pun bisa berbalik ketika strain baru itu muncul. Bisa mereset situasi kembali ke kondisi yang sebelumnya,” ujar Dicky saat dihubungi Minggu (7/2/2021).

Oleh karena itu, dia mengingatkan akan pentingnya tetap menerapkan strategi testing, tracing, dan treatment serta mematuhi protokol-protokol kesehatan lainnya.

Mengenai Indonesia yang disebut baru bisa mengakhiri pandemi sekitar 10 tahun lagi jika dilihat dari tingkat vaksinasi saat ini, Dicky kembali menyebut bahwa vaksinasi bukan satu-satunya jalan.

“Jadi vaksinasi tidak bisa jadi satu ukuran bahwa pandemi akan berakhir. Artinya vaksinasi selesai bukan berarti pandemi berakhir,” tegas Dicky.

“Hitungan Bloomberg dikatakan 10 tahun, yaitu dalam operasionalisasi dari suatu vaksinasi karena terkait dengan masalah suplai, persediaan yang tentunya akan menjadi tantangan besar selain tantangan distribusinya juga,” jelas Dicky. *

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kapan Pandemi Covid-19 di Indonesia Selesai? Ini Prediksi Bloomberg dan Kata Kemenkes

No More Posts Available.

No more pages to load.