Komaruddin Ingin Kembalikan Kejayaan Pertina di Era 70-80 an

oleh -257 Kali Dibaca
Ketua Pertina Pusat Komaruddin Simanjuntak (kiri) bersama Ketua Siwo PWI Sulteng, Setiyo Utomo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Luwuk Times.ID – Ketua Umum PP Pertina Mayjend TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak begitu berapi-api dalam diskusi dengan Siwo PWI se-Indonesia di Jakarta, Kamis 25 Maret 2021.

“PP Pertina dan Siwo sekarang bersaudara,” kata Komaruddin Simanjuntak disambut tepuk tangan dari peserta rakernas yang diikuti 25 dari 35 pengurus siwo provinsi daerah.

Menurut Komaruddin kepengurusannya ingin mengembalikan marwah Pertina era kejayaan 1970-1980 an. Ketika itulah tinju amatir Indonesia berjaya dengan lahirnya deretan petinju seperti Syamsul Anwar Harahap, Ellyas Pical, Albert Papilaya, Pino Bahari, La Paena Masara dan lain-lainnya. Moto yang digaungkan adalah bukan petinju, tapi gila tinju.

“Saya bukan petinju, tapi saya penggiat giat tinju. Saya orang gila di tinju. Saya bertekad mengembalikan marwah tinju amatir Indonesia. Saya bersyukur dan berterima kasih mendapat dukungan dari Siwo Pusat dan daerah. Mari kita sama-sama membangkitkan tinju Indonesia,” ujarnya bersemangat.

Mantan Pangdam Udayana ini membeberkan lima misi visinya selama periode kepengurusannya tahun 2021-2025. Selain pembenahan organisai, dia juga akan membenahi sarana dan prasarana, memacu agar pusat dan daerah berlomba membangun sarana dan prasarana dengan memberikan fasilitas yang memadai.

Berikutnya, pembinaan petinju anak usia dini secara bertahap, mempelajari dan menerapkan sejumlah disiplin ilmu berdasarkan bukti dan teori (sport science) untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi.

“Nah untuk Sarung Tinju Emas, kalau bisa digelar tahun ini kenapa tidak. Mari kita duduk bersama untuk membahas secara teknis,” tuturnya.

Pria berkumis tebal ini juga menantang Siwo Indonesia, tak hanya sebatas Sarung Tinju Emas. Tapi juga mengemas sesuatu yang menarik agar tinju nasional kembali membumi.

“Karena Pertina dan Siwo bersaudara, mari kita sama-sama bergerak dan membangkitkan tinju nasional. Bukan sebatas perhelatan Sarung Tinju Emas saja,” tandasnya.

Staf khusus BNPB ini lebih lanjut mengatakan Pertina juga tengah menggalakan program Boxing Tourism di 10 destinasi wisata Indonesia. Danau Toba Sumatera Utara menjadi pilihan utama perhelatan Boxing Tourism Juni dan diakhiri di Borobudur, Jawa Tengah, Desember 2021.

“Kami ingin mengawali kembalinya tinju di tengah masyarakat dengan melakukan beberapa terobosan program. Di antaranya bersama MMA dalam menggelar program Boxing Tourism yang sudah berjalan beberapa kali seperti di Kalimantan Selatan. Ketika itu kami gelar pertarungan tinju di atas Kapal Tongkang. Kini di Danau Toba dan agenda lainnya misalnya di Mandalika NTB serta di Candi Borobudur Jawa Tengah,” jelas Komarudin.