Matangkan RKPD, Bappeda Litbang Internalisasi Visi Misi AT-FM

oleh -311 Kali Dibaca
Ramli Tongko

LUWUK, Luwuk Times.ID –  Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kabupaten Banggai terus mematangkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022.

Berangkat dari itu, instansi ini bisa dikatakan merupakan perangkat daerah yang menjadi pintu pertama dalam mensukseskan transisi kepemimpinan pasca Pilkada Tahun 2020.

“Sekarang sudah proses semua. Rancangan sudah ada dari kita. Hari senin internalisasi visi-misi ke dalam RKPD 2022. Sebagai penjabaran dari RPJM, RKPD yang disusun haruslah tepat proses, tepat isi, dan tepat waktu dengan tujuan agar terjadi keselarasan antara RPJM Nasional, Provinsi, dan Kabupaten,” kata Ramli Tongko yang temui di ruang kerjanya, Jum’at (12/3).

Senin (15/3) kata dia, ada sesi dimana Bappeda bersama semua perangkat daerah merumuskan program-program unggulan kepala daerah terpilih Amiruddin Tamoreka-Furqannudin Masulili.

“Setiap program akan dibahas, cocoknya di perangkat daerah mana dan bentuk kongkritnya seperti apa,” sambung Ramli.

Digambarkannya, program unggulan AT-FM, Rp 1 juta satu pekarangan mirip dengan program Familiy Farm di Dinas Ketahanan.

“Perkebunan keluarga, ini sama dengan program nasional yang dilaksanakan di daerah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan,” cetusnya.

Sebelumnya kata Ramli, dirinya telah berdiskusi dengan tim ahli AT-FM yang menjadi perumus visi-misi paslon nomor urut 2 tersebut.

“Sudah berapa kali saya bertemu dengan tim beliau (AT-FM). Sudah disampaikan kepada saya pokok-pokok pikirannya. tinggal di terjemahkan dalam bahasa rancangan. Di momentum konsultasi publik mungkin juga akan ada masukan masukan dari beliau,” katanya.

Ia pun menyebutkan pada APBD-Perubahan, beberapa program unggulan AT-FM dapat dibiayai dengan keuangan daerah.

“Kami menyusun RKPD perubahan mulai Juni-Juli, nanti bisa mengcover beberapa program prioritas yang sudah bisa dilaksanakan dengan melihat kondisi keuangan daerah,” sambungnya. *

(cen)