4.010 Kali Dibaca

Mengenal Keunikan Sirkuit Non Permanen Tugu Adipura Luwuk

  • Bagikan
Sirkuit Tugu Adipura
Para pembalap saat menaklukkan tikungan kanan dan menanjak di Sirkuit Tugu Adipura Luwuk, beberapa waktu lalu. (Foto: Sofyan Labolo / Luwuk Times)

Reporter Sofyan Labolo

LUWUK— Cukup besar antusias publik terhadap cabang olahraga balap motor. Tapi itu tidak berbanding dengan kesiapan sarana yang ada. belum punya sirkuit balap motor permanen.

Selama beberapa kali kejuaraan, baik terbuka maupun nasional, Pengkab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Banggai bersama Mutiara Automotif Club () Luwuk, selalu menggelar gawean itu pada Luwuk.

Termasuk kejuaraan balap motor Banggai Cup Prix 2021, yang akan berlangsung 17-19 Desember 2021.

Sudah ada belasan kali sirkuit ‘dadakan’ ini menjadi pusat kejuaraan balap motor. Tak sebatas lokalan dan regional. Tapi para pembalap nasional juga sempat menjajaki sirkuit yang berada tepat pada jantung Kota Luwuk itu.

Baca Juga:  Besok Delapan Titik di Kota Luwuk, Air PDAM tak Jalan

Era tahun 90-an, Sirkuit Tugu Adipura Luwuk pertama kali menggelar kejuaraan.

“Saya lupa nama kejuaraannya. Tapi antara tahun 1995-1996, Sirkuit Tugu Adipura Luwuk pertama kali menggelar hajatan,” kata Sekretaris Pengkab IMI Kabupaten Banggai, , Kamis (16/12).

Baca juga: Gubernur Sulteng dan Bupati Banggai Raih Golden Award

Sirkuit Tugu Adipura Luwuk, tidak lepas dari nama besar almarhum Machtar alias Tarang Sangkota. Karena beberapa kali, Tarang menjadi ketua panitia pelaksana kejuaraan balap motor pada sirkuit itu.

“Almarhum Tarang punya jasa besar terhadap pengembangan sirkuit itu. Ia beberapa kali menjadi ketua panitia pelaksana balap motor. Kalau saya tidak keliru, 5 sampai 6 kali,” kata Romy.

Baca Juga:  Gugatan WINSTAR ke PT TUN Cacat Objek dan Prosedur

“Termasuk pak Bali Mang dan almarhum Faisal Ibrahim juga pernah menjadi ketua panitia road race,” sambung Romy.

Romy yang juga Sekretaris MAC Luwuk mengaku, lebar jalan, panjang lintasan serta beberapa tikungan tajam, menginsipirasi sehingga menyulapnya menjadi sirkuit balap motor.

Lagi pula tambah ini, kala itu pengurus MAC yang didominasi anak Karaton dekat dengan almarhum H. Sudarto. Sehingga cepat terakomodir.

“Apalagi saat itu belum ada anggaran membangun sirkuit permanen. Dengan begitu alternatifnya adalah ruas jalan protokol disulap menjadi Sirkuit yang bernama Tugu Adipura Luwuk,” kata Romy.

  • Bagikan
error: Content is protected !!