Miliki Delapan Sudut, Baitul Azis Diambil dari Desain Masjid di Palestina

oleh -241 Kali Dibaca
Masjid Baitul Azis yang berada di Kelurahan Karaton Kecamatan Luwuk. (Foto: Sofyan/Luwuk Times)

LUWUK, Luwuk Times.ID- Dari puluhan, bahkan ratusan masjid di Kabupaten Banggai, desainnya tidak ada yang serupa dengan Masjid Baitul Azis.

Rumah ibadah yang terletak di jalan RA Kartini Kelurahan Karaton Kecamatan Luwuk ini memiliki delapan sudut bangunan.

Ukurannya minimalis dan didominasi warna kuning keemasan.

Masjid yang jaraknya berdekatan dengan lapangan Bumi Mutiara Luwuk ini, termasuk masjid tertua di ibukota Kabupaten Banggai ini.

Baitul Azis dibangun di tahun 1973 dan diresmikan oleh Bupati Banggai keempat Abd. Azis Larekeng.

“Makanya nama almarhum Azis Larekeng diabadikan pada nama masjid ini,” kata Ketua Ta’mir Masjid Baitul Azis, H. Sophansyah Yunan yang ditemui usai memimpin shalat Jumat di masjid itu.

Haji Opan-sapaan Ketua DPC PPP Kabupaten Banggai ini sedikit mengurai historis rumah Allah tersebut.

“Seingat saya, ketua panitia pembangunan masjid ini adalah almarhum Abd. Madjid Mang, ayah Samsulbahri Mang. Turut andil dalam kepanitiaan yakni Usman Abdullah,” kata Haji Opan.

Sekitar tahun 2000, masjid ini rehab total. Tujuannya kala itu kata Haji Opan akan diperbesar.

Namun proses pembangunannya sempat mangkrak selama lima tahun.

Antara tahun 2004-2005, rehab masjid rampung. Dan akhirnya sudah dapat difungsikan.

“Para jamaah sempat shalat hanya menggunakan tarpal. Kalau tidak keliru momentum itu terjadi tahun 2002. Itu karena menunggu rehab selesai,” ucapnya.

Tentang keunikan masjid yakni memiliki delapan sudut bangunan, Haji Opan tidak begitu tahu apa yang mendasari sehingga desainnya seperti itu.

Yang masih kental di memori nya, yakni desain gambar masjid dibuat oleh almarhum Lucky Bukamo.

“Desain gambar dibuat oleh almarhum Lucky bukamo. Dan desainya diambil dari salah satu model Masjid Al Aqsa di Palestina,” kata Haji Opan.

Kini masjid dua lantai yang dilengkapi dengan fasilitas AC itu semakin megah. Masjid dengan kapasitas jamaah 700-800 orang ini masih akan terus melakukan pengembangan.

“Rencananya kami akan buat tempat wudhu yang lebih refresentatif serta membangun pagar. Planing lainnya, mendirikan TPA plus perpustakaan serta rumah imam,” tutup pensiunan ASN dilingkup Pemda Banggai ini. *

Baca juga: Diresmikan Bupati Eddy Singgih, Masjid Rahmat Dua Kali Berpindah

(yan)