Partai Golkar dan Eksistensinya di Parlemen Lalong

oleh -305 Kali Dibaca

Sofyan Labolo, Wartawan Luwuk Times

NASIB Partai Golkar Kabupaten Banggai berada di musyawarah daerah (Musda) ke X yang akan dilaksanakan tanggal 30 Mei 2021.

Siapapun yang terpilih lewat pemilihan ketua partai serta komposisi kepengurusan periode 2021-2026, maka akan menentukan masa depan partai yang identik dengan warna kuning tersebut.

Di bumi Babasal (Banggai, Balantak dan Saluan), Golkar terkenal sebagai partai politik jawara dalam setiap perhelatan pemilu legislatif (pileg).

Pada pileg 2004-2009, partai bentukan orde baru (orba) ini sempat menguasai hampir setengah penghuni parlemen lalong.

Dari 30 kursi kala itu, Golkar sukses mengirim 13 kadernya sebagai wakil rakyat.

Memang di pileg 2004 itu tidak ada lagi istilah ABG (Abri, Birokrasi, Golkar). Karena Golkar saat itu sudah menjadi partai mandiri.

Namun aroma ABG masih begitu kental. Sehingga tidak heran, di era Bupati Banggai almarhum Sudarto, pemilih Golkar masih sangat mengakar.

Pada pileg selanjutnya, 2009-2014, perbendaharaan kursi Partai Golkar ‘mudung’. Di masa kepemimpinan Ma’mun Amir, partai ini tinggal menyisahkan 6 kursi di DPRD Banggai.

Tapi pada pileg 2014-2019 atau tepatnya di kepemimpinan Bupati Banggai, HM. Sofhian Mile perolehan kursi Partai Golkar kembali naik, dari 6 kursi menjadi 9 kursi.

Hal itu cukup beralasan. Sebagai politisi nasional yang juga mantan anggota DPR RI asal Partai Golkar, andil Sofhian Mile cukup besar dalam mendongkrak perolehan suara yang diakumulasi lewat jumlah kursi tersebut.

Kejayaan di parlemen rupanya tidak bertahan lama. Lima tahun berikutnya pada pileg 2019-2024 tampuk pimpinan atau palu sidang dewan direbut oleh kader PDI Perjuangan.

Partai Golkar hanya mampu mengoleksi 5 kursi di DPRD Banggai. Sementara PDI Perjuangan 10 kursi dan Partai NasDem 6 kursi.

Lagi-lagi andil kepala daerah tidak bisa dikesampingkan dalam perebutan top leader di DPRD Banggai. Herwin Yatim selain sebagai Bupati juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai.

Nah, sekarang konstalasinya berubah. PDI Perjuangan tak lagi menjadi penguasa, pasca kalah di pilkada Banggai tahun lalu. Pucuk pimpinan daerah lepas ke tangan Amirudin Tamoreka (AT) yang notabene adalah kader Partai NasDem.

Bakal tampilnya H. Beniyanto Tamoreka yang tidak lain adalah adik kandung Bupati Banggai terpilih AT, memberi angin segar terhadap para kader beringin rindang di daerah ini.

Ketika dalam Musda ke X Partai Golkar Banggai nantinya, Haji Beni-sapaannya terpilih secara aklamasi sebagai ketua partai, maka harapan untuk merebut kembali kejayaan di parlemen lalong terbuka lebar.

Lalu bagaimana dengan Partai NasDem?

Tentu NasDem yang notabene menjadi partai pengusung utama Bupati-Wakil Bupati Banggai terpilih Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili (AT-FM), belum akan puas jika hanya menempati jabatan Wakil Ketua I di DPRD Banggai.

Sudah pasti punya hasrat politik yang sama untuk merebut juga palu sidang. Tunggu saja ulasan politik berikutnya. *

No More Posts Available.

No more pages to load.