Pemda Bangkep Berhutang Rp 12 M, Ratusan Nakes RSUD Datangi Kantor DPRD

Ratusan tenaga kesehatan RSUD Trikora Bangkep mendatangi kantor DPRD Bangkep, Senin (12/9/2022). (Foto: Moh. Dahlan)

SALAKAN – Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Trikora Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, mendatangi kantor DPRD Bangkep, Senin (12/9/2022).

Mereka menuntut agar hutang Pemda atas jasa medik Rp 12 miliar segera terbayarkan.

Kedatangan ratusan nakes itu mendapat sambutan para unsur pimpinan dan anggota DPRD Bangkep.

Mereka adalah Ketua DPRD Bangkep Rusdin Sinaling, Wakil Ketua I DPRD Bangkep Muh. Risal Arwie dan Wakil Ketua II DPRD Bangkep Eko Wahyudin.

Terlihat juga Ketua Komisi I DPRD Bangkep Irwanto I.T Bua, beserta beberapa anggota DPRD Bangkep lainnya.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Moh. Hatta Mayuna Minta UTD Jadi Prioritas

Hutang 5 Tahun

Mewakili ratusan nakes, Direktur RSUD Trikora Bangkep, dr. Andi Patriani Patsyar, M.Kes mengaku piutang pemda atas jasa medik itu sudah berlangsung lama selama 5 tahun. Dan sejauh ini, hanya janji-janji semata.

“Hanya janji janji kepada kami. Hingga kini tanpa ada realisasi,” ujarnya.

Baca Juga:  PLTMG Berhenti Beroperasi, Politisi PDIP Sulteng Berstatemen

Dia menjelaskan, sejak 2018, hutang pemda atas jasa medik nakes senilai belasan miliar itu belum kunjung terbayarkan dan terancam terhapus.

“Maka dengan ini, kami mohon untuk ditindak lanjuti (segera dibayarkan) sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Dan hal ini, lanjut dr. Andi Patriani, sudah berulang kali kami sampaikan ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan DPRD.

“Kedatangan kami untuk memperjuangkan hak kami yang belum terbayarkan. Minimal hutang daerah pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 9,1 miliar,” harapnya.

Baca Juga:  Proyek Mangkrak, Kades Sorot Kinerja Inspektorat Bangkep

Tergantung Bupati

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bangkep, Rusdin Sinaling mengatakan, berdasarkan hasil rapat Banggar bersama TAPD beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan untuk segera melunasi hutang jasa medik Rp12 miliar tersebut.

“Sudah ada upaya untuk pembayaran hutang jasa medik nakes tahun ini. Biar berapa, yang namanya hutang, harus terselesaikan. Tetapi pertimbangannya tergantung bupati,” tutur Rusdin Sinaling.

Bahkan, lanjut Rusdin, penganggaran pada sektor kesehatan sendiri melebih persentase target.

Pos terkait