Pemda Terapkan Program Sekolah Penggerak, Ini Penjelasan Menteri

oleh -328 Kali Dibaca
Sekda Banggai Abdullah Ali bersama Kadis Pendidikan Andi Nurjalal mendengarkan pemaparan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim, melalui virtual, Senin (01/02). (FOTO: Humas Pemda Banggai).

LUWUK, Luwuk Times.ID— Pemerintah pusat saat ini menerapkan program sekolah penggerak. Sebelum mengimplementasikannya, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mensosialisasikan kepada seluruh daerah se Indonesia.

Senin (01/02), Sekretaris Daerah (Sekda) Banggai, Ir. Abdullah Ali, M.Si mewakili Bupati Banggai didampingi Asisten 3 Administrasi Umum Setda Banggai Hi. Ramlin Hanis, SH., MH dan Kadis Pendidikan Andi Nurjalal, SH menghadiri serta menyaksikan langsung melalui zoom/virtual kegiatan berlabel “merdeka belajar episode ketujuh program sekolah penggerak, yang dilaksanakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat khusus Setda Banggai itu turut dihadiri Kabag Prokopim Setda Banggai bersama staf, para Kabid Lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Kabid Informasi Media Diskominfo bersama staf.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan, program sekolah penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila.

Program sekolah penggerak berfokus pada perkembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi atau literasi dan numerasi dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul dari para kepala sekolah dan guru.

Nadiem Anwar menambahkan, program sekolah penggerak juga merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Sarena program ini akan mengakselerasi sekolah negeri dan swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1 sampai 2 tahap lebih maju.

“Program ini dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi program sekolah penggerak,” kata Nadiem Anwar.

Untuk lokasi program sekolah penggerak ada di 34 provinsi dan 111 kabupaten/kota. dengan kategori pembagian terdiri dari PAUD 316, SD 1.086, SMP 546, SMA 374 dan SLB 175, sehingga total 2.500.

Ada beberapa karakteristik program sekolah penggerak, diantaranya sebut Nadiem Anwar, tahap program sekolah penggerak, lingkup program sekolah penggerak, 5 intervensi program sekolah penggerak, peran pemerintah dan lembaga lain, target jangka panjang, manfaat untuk pemerintah daerah, manfaat untuk sekolah, lini masa kegiatan dan persyaratan peserta.

Nadiem Anwar optimis, melalui program sekolah penggerak setiap anak bisa berhasil dan sukses. Karena binaan dari semua kepala sekolah dan para dewan guru yang mempunyai potensi untuk menyukseskan para anak didik dari berbagai karakter yang berbeda sehingga setiap murid dapat menerima pendidikan sesuai dengan kurikulum yang ada.

“Ujung-ujungnya sekolah penggerak adalah sekolah dimana murid muridnya di didik dengan karakternya dan di merdekakan untuk mencapai manusia yang berpancasila serta peningkatan sumber daya manusia,” pungkasnya.

(rls/yan)

No More Posts Available.

No more pages to load.