Advertisement

Kriminal

Penyidik Kejati Sulteng Sita Tanah Dan Kenderaan Kasus Korupsi IPCC Untad

370
×

Penyidik Kejati Sulteng Sita Tanah Dan Kenderaan Kasus Korupsi IPCC Untad

Sebarkan artikel ini

LUWUK TIMES – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng kembali melakukan penyitaan beberapa bidang tanah dan  kenderaan terkait kasus dugaan korupsi di Internasional Publication and Collaborative Center (IPCC) Universitas Tadulako (Untad).

Penyitaan dilakukan Berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Palu Nomor 19/PenPid.Sus-TPK-SITA/2023/PN Pal Tanggal 28 Agustus 2023 dan Surat Perintah Penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Nomor Print-42/P.2.5/Fd.1/07 2023 Tanggal 24 Juli 2023.

Plt Kasipenkum Kejati Sulteng Abdul Haris Kiay menjelaskan, penyitaan dilakukan sebagai upaya penyidik Kejati Sulteng untuk menyelamatkan kerugian keuangan negara.

Baca:  Terlibat Narkoba, Pria Luwuk Utara Banggai Ini Bakal Dipenjara 20 Tahun

Tanah dan bangunan yang disita sebut dia,masing-masing terletak Jalan Ki Hajar Dewantoro, Jalan Lagarutu Kelurahan Tanamodindi, Kelurahan Tondo dan Kelurahan Lasoani.

“Dan 1 unit kendaraan Toyota Calya,”kata Haris di Palu, Senin (18/9).

Sebelumnya juga penyidik menyita gadget,smart tv,Iphone dari para saksi dianggap bertanggung jawab.

Kasus ini bermula dari laporan Kelompok Peduli Kampus (KPK) Untad terkait dugaan korupsi di lingkungan universitas tersebut.

Baca:  Sikat Mafia Pelabuhan, Penyidik Kejati Sulteng Tahan Kepala KUPP Bunta

Selain temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan (LHP-LK) Tahun 2021 pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan kerugian negara sebesar Rp1,7 miliar lebih di IPCC Untad, juga terdapat temuan serupa dari pemeriksaan Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek.

Temuan tersebut berkaitan dengan penggunaan anggaran untuk perjalanan dinas dalam negeri dan kegiatan fiktif senilai Rp. 574 juta. *