Prakarsai KTD se-Indonesia, Zulkifli: GMNI bukan Sayap PDIP

oleh -780 Kali Dibaca
Sekretaris Jenderal DPP GMNI Dendi Ageng (kanan) bersama Ketua PDC GMNI Banggai Zulkifli Dain. (Foto: Istimewa)

LUWUK, Luwuk Times.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Luwuk Banggai di bawah kepemimpinan Zulkifli Dain, S.Ip memiliki program kerja yang terbilang akan menyedot perhatian kader-kader GMNI di seluruh nusantara.

Kepada Luwuk Times, Rabu (21/04) mantan Ketua BEM Fisip Untika itu mengatakan, agenda tersebut adalah Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) berskala nasional yang ke-III.

“Dilaksanakan secara luring, dengan target peserta sebanyak 300 orang dari seluruh Indonesia,” cetusnya.

Menurut pemaparannya, KTD adalah proses pengkaderan tingkat pertama yang ditujukan bagi mahasiswa yang telah disahkan sebagai anggota GMNI melalui PPAB (Pekan Penerimaan Anggota Baru).

“KTD mengutamakan proses pengenalan ideologi kepada para calon kader sehingga dapat memahami marhaenisme secara menyeluruh, tidak tekstual dan parsial,” papar mantan komisioner PPK Pagimana ini.

Dengan pemahaman ideologi yang baik, kata dia maka para kader diharapkan akan mampu melaksanakan perjuangan secara konsisten mulai dari metode berpikir yang dipakai, pola gerakan yang digunakan serta disiplin gerakan yang dianut, kesemuanya akan selalu bersumber pada satu roh ideologi yaitu marhaenisme.

“Hari ini, DPC GMNI Luwuk Banggai akan melaksanakan proses kaderisasi dengan target yang lebih besar untuk mencerdaskan kader, khususnya kader lokal di Luwuk Banggai untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” sambungnya.

Adapun jadwal pelaksanaan di bulan Mei mendatang, bertempat di gedung KNPI Kabupaten Banggai dengan menghadirkan pemateri-pemateri nasional seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merupakan salah satunya senior organisasi yang kental dengan slogan marhaenisme ini.

“Jika memungkinkan, misalnya pemateri berkenan hadir, yang bersangkutan akan memberikan materi secara langsung kepada peserta, jika tidak, bisa difasilitasi secara daring,” tambahnya.

Ia menambahkan, di tengah situasi pandemi hari ini, diperburuk dengan maraknya isu-isu terorisme, maka GMNI harus menjadi benteng pertahanan pertama dalam memberikan pendidikan pancasila kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum marhaen, guna menjaga kesatuan dan persatuan.

GMNI BUKAN SAYAP PDIP

Dikesempatan yang sama, ia mengklarifikasi isu yang selalu menuding GMNI sebagai sayap PDIP.

“Tentu tidak. GMNI bukan sayap PDIP. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia adalah organisasi kader dan perjuangan yang bersifat independen serta mandiri dan tidak berafiliasi atau merupakan underbow partai politik manapun,” tegasnya.

Ia mengakui rumor tersebut sudah menjamur di kalangan masyarakat dan mahasiswa sehingga pihaknya selalu disulitkan dalam proses rekrutmen anggota.

Karena itu, pemuda yang akrab disapa Kifli ini meminta support dan doa dari seluruh masyarakat Banggai demi suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Semoga kita selalu senantiasa menjaga kesehatan, tali persaudaraan dan berkomitmen dalam proses pembangunan daerah ke depan,” pungkasnya. *

(cen)