Profesional Tangani Bencana, PT. KFM Tuai Apresiasi Dari Wakil Rakyat DPRD Banggai

Rapat Dengar Pendapat
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Banggai, Kamis (15/09/2022). (Foto : Naser Kantu/LUWUK TIMES)

LUWUK – Sadar akan kehadirannya sebagai perusahaan pertambangan yang bersentuhan langsung dengan lingkungan hidup, PT. Koninis Fajar Mineral (KFM) memastikan akan terus berupaya berkontribusi semaksimal mungkin terhadap segala kemungkinan bencana alam yang terjadi.

Karena itu, dalam beberapa bencana alam banjir yang melanda desa di Kecamatan Bunta, seperti Tuntung, Pongian, dan Huhak. Belum lama ini, melalui Emergency Respon Team (ERT), bergerak cepat memberikan bantuan penanganan permasalahan dari dampak bencana yang ditimbulkan.

Koordinator Comdev PT. KFM, mewakili pihak manejemen sebagai juru bicara, Triwidi Kuncoro saat RDP bersama Komisi II DPRD Banggai mengatakan PT. KFM melalui tim yang dibentuk telah melakukan berbagai tindak lanjut pasca bencana baik itu tanah longsor dan banjir yang di akibatkan tingginya intensitas curah hujan yang sejauh ini sudah terjadi sebanyak 3 kali

Dari hasil penelusuran tim dilapangan, kata mantan Presiden Mahasiswa Fakultas Teknik Untad ini, mengatakan terdapat 3 persoalan utama pasca bencana yaitu terjadinya pendangkalan akibat sedimentasi di area hilir sungai, kebutuhan air bersih warga, serta kebutuhan sembako, sewaktu banjir di Bulan Juni.

Baca Juga:  Sedot Rp2 Miliar, Tahun Ini Gedung Milik Rakyat “Dipercantik”

Tidak hanya itu, tim yang melakukan pendataan pun segera bergerak cepat untuk segera mengeksekusi hasil-hasil investigasi dan pendataan di lapangan dengan melakukan kegiatan normalisasi sungai, pembagian sembako, melakukan perbaikan sistem jaringan air bersih desa dan kegiatan penanggulangan pasca banjir ini telah dilaporkan secara tertulis kepada pimpinan daerah ubgkapnya.

Bacaan Lainnya

Sementara untuk bencana pada tanggal 5 September yang mengakibatkan ruas jalan trans sulawesi tertutup longsor, juga meluapnya sungai di dua desa yaitu desa Tuntung dan Pongian, PT. KFM juga telah melakukan tindakan tanggap bencana melalui tim ERT (Emergency Response Team) yang barusan di resmikan pada tanggal 17 Agustus 2022.

Baca Juga:  Proyeksi Pendapatan APBD Banggai 2023 Rp2,4 Triliun Lebih

Tim ERT segera bertindak cepat dengan melakukan kegiatan antara lain bersama Forkopimcam Camat, Polsek, dan Koramil melakukan pembersihan dan pembukaan jalur ruas jalan trans sulawesi yang tertutup longsor dengan menggunakan 4 unit alat berat dari PT.KFM.

Tidak hanya itu tim ERT juga melakukan pembersihan rumah warga yang terendam banjir, menyalurkan air bersih kerumah warga, memberikan air minum dan melakukan normalisasi kembali sungai.

Menyikapi pernyataan dari pihak perusahaan, pimpinan rapat sekaligus ketua Kkomisi 2, spontan langsung mengkonfirmasi kepada pemerintah desa Tuntung, Pongian dan Nanga-Nangaon yang juga hadir pada saat itu dan pemerintah desa membenarkan semua pernyataan yang di paparkan dari pihak PT.KFM, ” iye pak benar sampai hari ini alat berat excavator masih ada ba kerja di kampung” ungkap PLT kepala Desa Tuntung.

Baca Juga:  Pasca Banjir Dondo, Komisi 2 DPRD Banggai undang OPD

Menanggapi penyampaian tersebut, Anggota Komisi II DPRD Banggai, silih berganti memberikan apresiasinya.

Meskipun, komisi yang diketuai Sukri Djalumang ini masih memberikan catatan tambahan kepada PT. KFM.

Selain Ketua Komisi II Sukri Djalumang dan Masnawati Muhammad memberikan apresiasinya, hal yang sama juga terlihat dari Fuad Muid dan Su’dan Latjeno.

Seperti yang diutarakan Fuad Muid. Aleg paling tua di Komisi II, ini menilai dari keseluruhan perusahaan nikel yang beroperasi di Kabupaten Banggai, PT. KFM satu-satunya yang menunjukkan profesionalitasnya.

Wakil Rakyat dari Dapil II Su’dan Latjeno mengaperiasi langkah cepat ERT PT. KFM bersama Pemerintah Kecamatan menangani bencana yang terjadi, juga kepada PMI Kabupaten Banggai yang memberikan bantuannya.

RDP akhirnya menyepakati beberapa poin, diantaranya merekomendasikan kepada Bupati Banggai untuk segera melakukan hal-hal terkait dengan pasca banjir yang ada di 5 desa yakni Pohi, Indangsari, Tuntung, Huhak, dan Pongian. *

Pos terkait