Siapapun Kapolri, FKUB Sulteng Siap Backup Kepolisian

oleh -207 Kali Dibaca
Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag

PALU, Luwuk Times.ID – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof Dr KH Zainal Abidin MAg menyatakan siapapun yang menjabat sebagai Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), lembaganya tetap siap membantu institusi Polri dalam rangka meningkatkan kualitas keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Siapapun yang diajukan oleh Presiden RI untuk menjadi Kapolri, FKUB tetap akan bersedia membantu Polri untuk membina masyarakat demi mewujudkan keamanan dan ketertiban,” ucap Prof Zainal Abidin, di Palu, Kamis (14/1/2021).

Prof Zainal Abidin menegaskan bahwa membina masyarakat untuk peningkatan kualitas keamanan, tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi Polri. Melainkan, menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk FKUB dan MUI Palu.

Karena itu, membantu institut Polri menjadi satu ikhtiar dalam rangka melindungi masyarakat, mengayomi masyarakat, dengan harapan terwujud kualitas keamanan yang baik, yang berdampak pada pembangunan daerah.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah memilih Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Aziz.

Berkaitan dengan itu, Prof Zainal Abidin menilai pengajuan calon Kapolri pengganti Idham Aziz merupakan hak prerogatif Presiden.

“Presiden berhak menentukan siapa calon pengganti, yang selanjutnya diusulkan oleh Presiden ke DPR-RI. Siapapun calon Kapolri, FKUB dan MUI Palu mendukung dan siap bekerjasama dengan institusi Polri,” ungkap Prof Zainal.

Kerjasama untuk peningkatan kualitas keamanan sangat penting. Apalagi, di Provinsi Sulawesi Tengah ini masih menyimpan masalah terkait konflik Poso dan adanya kelompok radikal yang menamakan diri Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Olehnya, Prof Zainal Berharap Kapolri yang baru nantinya bisa memberikan perhatian khusus dan serius, agar permasalahan di Kabupaten Poso ini dapat segera diselesaikan.

“Poso dan Sulawesi Tengah distigmakan sebagai daerah yang rawan konflik, rawan kekerasan. Ini harus diperhatikan oleh Kapolri kedepan, agar daerah ini bebas dan keluar dari stigma negatif tersebut,” kata Guru Besar sekaligus Rektor Pertama IAIN Palu ini. *

(rls/yan)