Survei MSI, Pilkada Kota Palu Belum Ada Pemenang

oleh -412 Kali Dibaca

PALU, Luwuktimes.id – Media Survei Indonesia (MSI) melakukan survei elektabilitas pasangan calon untuk Pilkada Kota Palu pada bulan November 2020.

Hasilnya, perolehan dukungan kandidat di ibukota Sulteng ini cenderung berimbang. Tidak ada calon Walikota dan Wakil Walikota yang dominan. Singkatnya, semua kandidat masih memiliki kesempatan yang sama untuk menang.

Survei MSI Pilkada Kota Palu dilakukan pada 13-18 November 2020 terhadap 600 responden di seluruh kecamatan di Kota Palu. Survei menggunakan metode Multistage Random Sampling (sampel acak bertingkat), dengan margin of error sekitar +-4,1 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan secara tatap muka. Quality control melalui monitoring dan spotcheck 20 persen dari total sampel.

Menurut Direktur MSI Asep Rohmatullah, elektabilitas calon Walikota dan Wakil Walikota bersaing sangat ketat. Selisih suaranya bahkan tidak lebih dari dua persen.

“Hasil survei terakhir MSI, Hadi-Reny 24,3 persen, Aristan-Wahyuddin 22,8 persen dan Hidayat-Habsa 22,0 persen. Hanya Imelda-Arena yang berjarak cukup jauh, angkanya baru 13,2 persen. Kita bisa lihat semua kandidat masih berpeluang yang sama,”ujar Asep, pada pemaparan hasil survei Pilkada Palu, di Careto Cafe & Resto, Palu, Rabu (3/12).

“Tak hanya itu, angka yang belum menentukan pilihan sekitar 17 persen. “Masih ada undecided voters yang jumlahnya 17,7 persen. Angka ini akan diperebutkan oleh semua paslon,” tandas mantan peneliti LSI Denny JA ini.

Jika dilihat dari tren dukungan, paslon nomor 1 mengalami lonjakan suara yang signifikan. Nomor 2 dan nomor 3 juga naik. Sedangkan, nomor 4 cenderung stagnan.

“Aristan-Wahyudin meningkat dari 10,9 persen menjadi 22,8 perse, paslon nomor 2 naik dari 20 persen ke 24,3 persen, paslon nomor 3 juga naik dari dari 18,8 persen. Sementara, paslon nomor 4 stagnan 13,5 persen ke 13,2 persen,” kata Asep.

Untuk pengenalan dan kedisukaan kandidat Walikota, Hidayat dikenal 91,9 persen, disukai 46 persen, Aristan dikenal 82,3 persen dan disukai 51,7 persen, Hadianto Rasyid dikenal 81,6 persen dan disukai 54,5 persen, serta Imelda Liliana 75,5 persen disukai 47,2 persen.

“Popularitas semua kandidat belum ada yang maksimal, bahkan tiga calon Walikota masih di bawah angka 90 persen. Sementara, tingkat kesukaan yang sudah di atas 50 persen baru Aristan dan Hadianto. Harus ada kerja ekstra dari para kandidat mengenalkan diri mereka dan bikin warga Kota Palu makin menyukainya di injury time,” ucapnya.

Survei ini juga mendeteksi keinginan dan ketidakinginan memilih kembali petahana.