Advertisement

Tips

Tekanan Darah Normal Orang Dewasa dan Cara Mempertahankannya

335
×

Tekanan Darah Normal Orang Dewasa dan Cara Mempertahankannya

Sebarkan artikel ini
Mengukur tekanan darah normal orang dewasa. (Foto: Alodokter.com)

TEKANAN darah normal setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi usia hingga jenis kelamin. Memantau dan menjaga tekanan darah tetap normal penting dilakukan agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan akibat komplikasi tekanan darah yang tidak normal.

Orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat umumnya memiliki tekanan darah normal sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Angka 90 dan 120 menunjukkan tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau biasa disebut tekanan sistolik.

Sementara itu, angka 80 dan 60 menunjukkan tingkat tekanan saat jantung beristirahat sejenak sebelum kembali memompa darah lagi, atau disebut juga tekanan diastolik.

Tekanan darah normal seseorang bisa naik atau turun, tergantung pada aktivitas fisik yang dilakukan dan kondisi emosional yang dialami. Jadi, Anda tidak perlu khawatir ketika tekanan darah Anda berbeda dengan orang lain, selama angka tersebut tidak konsisten tinggi atau rendah dalam waktu yang lama.

Gangguan Kesehatan Terkait Tekanan Darah

Apabila tekanan darah Anda selalu tinggi atau rendah dalam waktu yang lama, hal ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi gejala gangguan tekanan darah. Berikut ini adalah jenis-jenis gangguan kesehatan terkait tekanan darah:

Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini terkadang tidak menunjukkan gejala, sehingga penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa tekanan darahnya di atas normal.

Apabila tidak segera ditangani, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi, seperti serangan jantung maupun stroke. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan gagal ginjal.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, antara lain:

– Berusia lebih dari 55 tahun

– Menderita obesitas

– Merokok

– Mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan

– Jarang berolahraga

– Mengonsumsi garam secara berlebihan

– Memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung dalam keluarga

Hipotensi

Hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah angka 90/60 mmHg. Tekanan darah rendah umumnya relatif ringan dan tidak membahayakan penderitanya.

Baca:  Tensi Tinggi Bisa Menyebabkan Stroke, Ini 8 Cara Mengatasinya

Meski demikian, hipotensi yang terjadi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, seperti masalah pada jantung maupun otak.

Selain itu, tekanan darah rendah juga perlu diwaspadai apabila penderitanya menunjukkan gejala, seperti mual, pusing, kelelahan, penglihatan kabur, pernapasan menjadi cepat atau dangkal, hingga pingsan.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipotensi, seperti:

– Kehamilan

– Anemia

– Penyakit Addison

– Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

– Efek obat-obatan, seperti obat antidepresan, penghambat alfa atau beta, levodopa (obat untuk Parkinson), dan sildenafil

– Gangguan jantung

Cara Mengukur Tekanan Darah

Mengukur tekanan darah adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah normal atau tidak. Anda dapat mengukur tekanan darah secara mandiri di rumah menggunakan tensimeter atau meminta bantuan perawat atau dokter di klinik maupun rumah sakit.

Agar hasil pengukuran akurat, Anda sebaiknya tidak merokok, menghindari minuman yang mengandung kafein, dan tidak melakukan aktivitas fisik dengan intensitas berat minimal 30 menit sebelum melakukan pengukuran tekanan darah.

Bila tekanan darah Anda menunjukkan angka di antara 120/80 mmHg dan 139/89 mmHg, pertahankan kondisi ini dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga secara rutin. Anda perlu waspada bila tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Jika hal itu terjadi, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Nantinya dokter akan memastikan kembali tekanan darah Anda, mendeteksi penyebab tekanan meningkat, lalu memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Selain itu, Anda juga harus tetap waspada dengan hipotensi. Meski tergolong ringan, Anda tetap disarankan untuk memeriksa tekanan darah secara rutin. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Tips Menjaga Tekanan Darah Normal

Tekanan darah normal dapat Anda pertahankan dengan menjalani pola hidup sehat. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Mengonsumsi makanan bernutrisi

Konsumsi makanan bernutrisi merupakan salah satu cara menjaga tekanan darah normal. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran, makanan rendah kolesterol, biiji-bijian, serta makanan dan minuman rendah lemak.

Baca:  Enam Sumber Kolagen Alami yang Bikin Kulit Makin Sehat

Jika Anda memiliki riwayat darah tinggi, hindarilah makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti daging merah, mentega, jeroan, dan gorengan. Batasi pula konsumsi makanan yang mengandung banyak garam, seperti makanan cepat saji dan keripik kentang kemasan.

Sementara itu, jika Anda sering mengalami darah rendah, ada beberapa jenis makanan yang dapat dikonsumsi, seperti sayuran hijau, daging ayam, daging dan hati sapi, telur, ikan asin, dan buah-buahan yang mengandung banyak air, misalnya semangka.

2. Membatasi asupan kafein

Konsumsi kafein berlebih atau dalam jangka panjang dipercaya dapat meningkatkan tekanan darah. Untuk menjaga tekanan darah normal, Anda disarankan untuk mengurangi minum minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda, serta perbanyak mengonsumsi air mineral.

Sebaliknya, seseorang dengan riwayat darah rendah justru dianjurkan untuk mengonsumsi minuman berkafein. Meski demikian, jumlahnya pun perlu dibatasi dan hindari konsumsi jenis minuman tersebut pada malam hari.

3. Berolahraga secara rutin

Rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga minimal 30 menit setiap harinya dapat mempertahankan tekanan darah normal.

Jika Anda menderita hipertensi, melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat menurunkan tekanan darah ke angka yang lebih aman. Beberapa contoh aktivitas fisik yang bisa dilakukan antara lain adalah berjalan kaki, bersepeda, dan berenang.

4. Mengelola stres

Aktivitas sehari-hari yang padat dapat menyebabkan Anda stres. Meski tidak selalu berbahaya, stres yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi.

Untuk meringankan stres, sekaligus sebagai cara untuk menjaga agar tekanan darah normal, Anda dapat melakukan beberapa teknik mengelola stres, seperti latihan pernapasan, meditasi, maupun melakukan senam pilates.

Memantau dan menjaga tekanan darah normal dapat membantu Anda mengontrol kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika Anda mengalami gejala hipertensi atau hipotensi, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diberikan penanganan yang sesuai. *

alodokter.com