Tidak Yakin Tukin Naik, Ini Penjelasan Teknis Sekretaris FPG

oleh -343 Kali Dibaca
Irwanto Kulap

LUWUK, Luwuk Times.ID— Anggota Komisi 3 DPRD Banggai, Irwanto Kulap enggan menelan mentah-mentah pernyataan Pemda Banggai bahwa di tahun anggaran 2021 ini akan menaikkan tunjangan kinerja (tukin) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemda Banggai.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Banggai ini meminta kepada eksekutif agar dapat menjelaskan sekaligus meluruskan informasi itu agar tidak membuat bingung para ASN.

Irwanto kepada Luwuk Times.ID Selasa (05/01) mengatakan, belanja pegawai tahun ini berkurang sebesar Rp40 miliar.

Dia pun menjelaskan kronologinya. Tukin awalnya disepakati pada rapat pembahasan APBD 2021 yang dilaksanakan akhir bulan November 2020 lalu sebesar Rp816 miliar.

Tapi kemudian pagu itu berkurang sebesar Rp40 miliar, sehingga total anggarannya menjadi Rp775 miliar. Dan itu ditandai dengan telah ditanda-tanganinya Perda APBD 2021.

Nah, sambung bakal calon Ketua DPD Golkar Banggai ini, ketika dikaitkan dengan pernyataan Pemda bahwa akan menaikkan tukin tentu sangat bertentangan.

“Bagaimana mungkin anggaran belanja pegawai yang bersumber pada kode rekening TPP atau tukin berkurang terus dinyatakan mau dinaikan tukinnya,” tanya Irwanto. “Dari sisi mana perhitungan itu,” tambah dia.

Logikanya sambung politisi lalong tiga periode ini, jika belanjanya masih dengan kesepakatan awal tertanggal bulan November 2020 kemungkinan saja ya. Akan tetapi Perda APBD 2021 sudah di tanda-tangan, yang include di dalamnya pengurangan Rp40 miliar.

“Terus dari sisi mana belanjanya bisa meningkat,” tanya Irwanto lagi.

“Terkecuali belanja TPP atau tukin ini tidak selama 12 bulan baru bisa dibilang naik. Tapi kalau dibagi 12 bulan, maka saya yakin tukin ini turun,” tambah Wanto sapaannya.

Agar publik, utamanya kalangan ASN tidak binggung, Wanto meminta kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk dapat menjelaskannya.

“Saya minta kepada TAPD untuk bisa menjelaskan ke publik terutama kepada pak bupati. Kasian pak bupati jelaskan lain, namun inplementasinya lain lagi. Jangankan rakyat atau ASN. Saya saja so pusing dan binggung ini,” kata wakil rakyat dari dapil II ini.

Sebelumnya, pada rapat awal tahun di ruang rapat umum kantor Bupati Banggai, Senin (4/12), Bupati Banggai Herwin Yatim mengatakan akan menaikkan tunjangan kinerja bagi ASN bidang perencana di setiap perangkat daerah.

“Tukin staf awalnya Rp1,7 juta kini naik menjadi Rp 2 juta. Bagi perencana juga akan kita naikkan,” jelas Bupati Banggai sebagaimana dikutip dari salah satu media online.

Pada kesempatan itu, Bupati juga berpesan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah dan ASN untuk bekerja profesional sesuai tupoksi, dan tidak kasak kusuk.

“Pekerjaan semakin berat, dan harus tetap fokus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata politisi PDIP Kabupaten Banggai ini. *

(yan)