TMS Pemicu Elektabilitas WINSTAR Turun, Bagaimana dengan Kasus Orson-Sakura?

Peneliti LSI Fajar Moestar

LUWUK, Luwuktimes.id— Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Fajar Moestar mengaku, hasil survei pasangan calon (paslon) bupati/wakil bupati Banggai, Herwin Yatim-Mustar Labolo (WINSTAR) sempat menyentuh angka di atas 50 persen.

Akan tetapi, persentase elektabilitas dan tingkat keterpilihan itu turun. Hasil survei LSI dengan waktu survei 10-15 November 2020, menjadi 45,1 persen. Fajar punya alasan sehingga mengapa harus anjlok sekitar 6 persen.

“TMS (tidak memenuhi syarat) menjadi faktor utama sehingga elektabilitas WINSTAR menurun,” kata Fajar kepada sejumlah wartawan, Kamis (26/11).

Baca Juga:  Ragukan Hasil Survei, Sekretaris Hanura: Kita Tunggu Saja Hari H

Menurutnya, terjadinya pergeseran angka itu hal yang sangat mungkin. Karena Herwin-Mustar tempo kampanye berkurang, menyusul masih fokus terhadap penyelesaian TMS.

Baca juga: Ragukan Hasil Survei, Sekretaris Hanura: Kita Tunggu Saja Hari H

Bacaan Lainnya

“Tempo kampanye pak bupati masih kurang, kalah dengan lainnya. Dan itu dimanfaatkan kandidat lain,” kata Fajar. Meski turun, tapi hasil survei WINSTAR masih unggul dibanding dua paslon lain.

Baca Juga:  DPP PDIP Turun Full, Libatkan Sejumlah Pengacara untuk Herwin-Mustar

Sebelumnya saat Fajar menjadi narasumber pada jumpa pers yang dilaksanakan di Hotel Swiss Bell Luwuk, sempat dilontarkan pertanyaan kalangan jurnalis.

Intinya menanyakan apakah turut memberi dampak negatif terhadap elektabilitas paslon yang diusung PDIP, PKS dan Partai Perindo ini terkait kasus orson-sakura yang sempat viral di media sosial? Fajar memberi jawaban singkat, LSI belum masuk dalam analisis ke arah itu. *

(yan)

Pos terkait