2.292 Kali Dibaca

Tragis, Medali Perunggu Takraw Sulteng Lepas

  • Bagikan
Takraw Sulteng
Pelatih takraw Putri Sulteng, Sandrina Kaliey memberikan petunjuk kepada Nur Isni Cykita dan Widya saat Sulteng melawan Bali. (Foto: Setiyo Utomo/Luwuk Times)

Reporter Setiyo Utomo

JAYAPURA, Luwuktimes.id – Tim takraw Sulteng sempat menang di set pertama 21-16 dan set kedua unggul 20-16 atas lawannya tim Provinsi Bali. Itu artinya tinggal membutuhkan 1 poin untuk melaju ke babak semi final, sekaligus mendapat medali perunggu.

Namun peluang itu gagal diselesaikan dengan baik oleh Nur Isni Cykita dan Widya Andrini.

Babak perdelapan final cabor takraw nomor double event PON XX Papua, Sulteng versus Bali berlangsung ketat. Kedua tim menurunkan pemain terbaiknya.

Sulteng menurunkan Nur Isni Cykita dan Widya Andrini. Sementara Bali menurunkan Ketut Ria Darmiyanti dan Ni Wayan Ika Ayuni.

Babak pertama double Sulteng mendominasi permainan.

Meski sempat terjadi susul menyusul angka, tetapi Widya dan Nur Isni Cykitha dapat mengendalikan permainan.

Bahkan pada set pertama, kedua atlet Sulteng ini bermain sangat padu energik. Bahkan Widya tampil atraktif dengan smas-smas tahan yang menukit.

Tidak butuh waktu lama tim takraw Sulteng mampu menang dengan 21-14.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua GOR Trikora Universitas Cendrawasih Jayapura, menjadi gegap gempita dengan hadirnya sporter Sulteng yang tanpa henti meneriakkan yel-yel Sulteng, Sulteng, PAKAROSO.

Kedua tim bermain makin cepat dan ketat. Tentu semakin menarik.

Susul menyusul angka terus terjadi hingga Sulteng mampu meninggalkan Bali 20-16.

Disaat yang sangat kritis bagi duet Bali, justru Widya dan Nur Isni kurang sabar dan ingin cepat-cepat menyelesaikan pertandingan.

Pada akhirnya justru Bali bisa meraih angka dan dapat menyamakan kedudukan sekaligus memenangkan set kedua dan terjadi rubber set.

Ingin cepat-cepat menyelesaikan pertandingan, membuat Widya dan Nur Isni kurang awas dan peluang itu dimanfaatkan duet Bali Ria dan Ika.

Set kedua Bali menang 23-21.

Babak Ketiga

Di set ketiga, tim takraw Sulteng berupaya bangkit mengambil kendali permainan.

Tetapi duo Bali yang berhasil merebut set kedua justru sudah menemukan pola main terbaiknya. Mereka semakin percaya diri dan balik menekan.

Susul menyusul angka tak terhindari. Permainan makin ketat.

Ria dan Ika dari Bali menang di set penentu.

Kekalahan ini tentu sangat tragis dan menyakitkan buat pemain, pelatih, official dan senua pendukung takraw Sulteng yang menyaksikan.

Pasalnya dengan 1 poin harusnya Sulteng dapat melaju ke semi final sekaligus berhak atas medali perunggu.

Sayangnya peluang itu lepas karena dapat dikalahkan Bali dengan 2-1.

Kalah dari Bali, atlet dan pelatih takraw Sulteng terlihat sedih dan sangat menyesali hasil pertandingan yang baru dilakoninya.

Air mata tidak mampu dibendung oleh Sandrina, Nur Isni Cykita dan Widya.

Menghibur Atlet

Takraw Sulteng
Sekum KONI Sulteng Husin Alwi, ST memotivasi Nur Isni Cykita dan Sandrina Kaliey yang menangis tersedu atas kekalahan Sulteng dari Bali. (Foto: Setiyo Utomo/Luwuk Times)

Sekretaris KONI Sulteng, Husin Alwi, ST yang hadir menyaksikan duel Sulteng versus Bali, langsung menghibur atlet dan pelatih.

“Dewi Fortuna belum memihak kepada kami (Sulteng),” ucap Husin.

Atlet Sulteng sudah memberikan yang terbaik, sudah bermain all out dan maksimal. Begitu pula pelatih sudah memberikan strategi main terbaik.

“Kita sudah unggul. Tinggal butuh 2 poin. Tapi sayangnya kemenangan belum terpegang hari ini,” kata Husin.

“Ini kemenangan yang tertunda. Insyaallah kedepan kita akan lebih baik lagi,” tegas Husin sembari membangkitkan semangat atlet yang larut dalam kesedihan. *

Baca juga: Sepak Takraw Putri Sulteng Ungguli Jambi dan Babel

  • Bagikan