Warga Jayabakti Kesulitan Tabung Gas LPG, Kayu Bakar jadi Alternatif

oleh -422 Kali Dibaca
Siskawati Katili, Warga desa Jaya Bakti, lebih dari dua pekan sulit dapatkan gas. Ia terpaksa gunakan kayu bakar. (FOTO: Anto/Luwuk Times)

PAGIMANA, Luwuk Times.ID – Kelangkaan tabung gas bersubsidi 3 Kg melanda warga di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai.

Bagaimana tidak, desa dengan ribuan penduduk yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan itu, hanya tersedia dua pangkalan LPG 3 Kg.

Kepada Luwuk Times, Jumat (09/04) Siskawati Katili salah seorang Ibu Rumah Tangga menceritakan ditengah kebutuhan bahan bakar untuk urusan dapur rumah tangganya yang harus segera dipenuhi, ia malah kelelahan mencari tabung Gas hingga keluar desanya.

“Tiap pangkalan hanya di beri kuota 60 tabung, nah disini ada ribuan kepala keluarga,” ujarnya.

Akibatnya kata dia, pasokan tabung gas dari agen ke pangkalan langsung habis dalam waktu singkat tanpa terpenuhinya semua permintaan pembelian kepala keluarga yang ada di desa itu.

Diapun mencari tabung gas hingga ke Kelurahan Pagimana dan Kelurahan Basabungan. Pangkalan yang ada di kelurahan ini tidak bisa melayani pembeli dari luar kelurahan.

Mau tidak mau, jika di pangkalan tabung gas tidak juga didapatkan, Siskawati terpaksa membeli di kios dengan harga di atas HET Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per tabung.

Dengan harga begitu, keluarganya yang tergolong ekonomi lemah merasa berat untuk membeli satu buah tabung gas LPG 3 Kg.

“Saya sudah beberapa minggu ini tidak dapat gas LPG, di desa tidak dapat bagian dan pigi beli di kelurahan tidak di kasih karena so pake kartu,” kata Siska

Dia berharap dalam waktu dekat pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan memberikan perhatian dan jalan keluar atas permasalahan tersebut. *

(ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.