210 Kali Dibaca

Workshop Program Penanganan Stunting di Batsel Sangat Strategis

  • Bagikan
Penanganan Stunting
Kegiatan Workshop program penanganan stunting di Kecamatan Batui Selatan, yang dihadiri Bupati Banggai Ir. Amirudin. (Foto: Sub Bag Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Banggai)

LUWUK— Pemerintah Kabupaten Banggai memiliki program prioritas untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Salah satunya percepatan penanganan stunting.

Demikian pesan Bupati Banggai Amirudin pada kegiatan Workshop Program Penanganan Stunting di Kecamatan Batui Selatan oleh Dinas Kesehatan bertempat di Hotel Santika Luwuk, Kamis (14/10).

Workshop ini dalam rangka pelaksanaan studi penanganan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan di Kecamatan Batui Selatan Kabupaten Banggai oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan Pemda Banggai.

Dalam sambutannya, Bupati Amirudin mengingatkan kembali penjelasan Dekan FKM Unhas akan manfaat dari penanganan stunting oleh pemerintahn

“Workshop tentang stunting sebagaimana yang dikatakan Pak Dekan bahwa nanti kita tidak akan pernah melihat hari ini. Tetapi kita akan melihat dalam jangka waktu yang cukup lama. 10 bahkan sampai 15 tahun yang akan datang, kita akan melihat bagaimana generasi kita bisa tumbuh sehat dengan adanya perang understanding,” kata Bupati

Jangan sampai sambung Bupati, karena kekurangan gizi anak-anak pertumbuhannya terhambat sehingga kita tidak menemukan generasi yang baik.

Menurutnya, kegiatan workshop seperti ini, sangat memiliki nilai positif dan strategis serta berguna untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin mengglobal.

“Tentunya beragam persoalan dan masalah yang timbul di masyarakat, karena kualitas hidupnya yang makin rendah,” tutur Bupati.

Olehnya itu, program percepatan penurunan stunting pada anak balita, dikatakannya, merupakan prioritas pemerintah saat ini dalam bidang kesehatan.

“Pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan prevalensi stunting sebesar 30,8%  berdasarkan riskesdas 2018 menjadi 14% di tahun 2024. Target ini menghendaki perubahan yang cukup besar atau sekitar 3% setiap tahun,” ucapnya.

Kerja Keras

Pencapaian target ini sambung Bupati membutuhkan kerja yang lebih keras dari biasanya, mengingat sebelumnya penurunan stunting di indonesia hanyalah kurang dari 1% per tahun. 

Sehingga untuk mencapai hal ini tentunya disusun strategi nasional melalui stranas percepatan penurunan stunting.

Kabupaten Banggai, sebut Bupati adalah kabupaten yang pertama kali masuk dalam 10 kabupaten pertama dalam program penanggulangan stunting di Indonesia pada tahun 2018.

“Sejak tahun 2018, Kabupaten Banggai telah melakukan berbagai upaya yang terkait dengan delapan aksi Konvergensi yang merupakan pilar ke-tiga dari stratnas percepatan penurunan stunting,” papar Bupati.

Dari data Dinas Kesehatan terjadi penurunan stunting, bahwa stunting di Kabupaten Banggai terus bergerak turun dan menjadi 31,9% pada tahun 2018 (riskesdas).

“Tentunya dengan berbagai kegiatan dan kerja keras dari semua pihak telah terjadi penurunan yang cukup bermakna,” ujar Bupati.

Selain prestasi stunting, Kabupaten Banggai juga kata dia menjadi kabupaten yang menerima berbagai penghargaan yang terkait dengan berbagai inovasi, baik tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.

  • Bagikan
error: Content is protected !!