
Luwuk Times — Isu maraknya penculikan anak, langsung mendapat respon Pemerintah Kecamatan Lobu Kabupaten Banggai.
Atas nama Camat Lobu, Kasi Trantib Kecamatan Lobu Sunardi Anjat Susanto mengeluarkan surat imbauan.
Surat bernomor 500/80/Trantib tertanggal 18 Januari 2023 itu ditujukan kepada para kepala desa (kades) se Kecamatan Lobu.
Dalam isi surat, menyikapi informasi dan berita berbagai media tentang maraknya pencurian dan penculikan anak, maka kami menghimbau kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk lebih waspada. Dan selalu memastikan bahwa anak anak selalu dalam pantauan.
Hal ini dilakukan sebagai upaya kewaspadaan dini terhadap Kamtibmas pada wilayah Kecamatan Lobu.
Informasi adanya penculikan anak sebelumnya ramai di media sosial.

Akun FB Kembarhijab Toili menuliskan; Astagfirullah ya Allah, anakku kls 3 MI, kemarin sore di ajak bapak2 naik kedalam mobil hitam, langsung dia spontan lari, kira2 itu bapak2 siapa dan mau apa, anakku tak tanyak GK kenal katanya, waspada sj teman2 anak2 kita selalu di awasi dan di nasehati klw ada orang yg GK kenal jngan mau dia ajak.
Dan status itu sebanyak 177 kali dibagikan.
Jangan Percaya Berita Hoax

Bhabinkamtibmas Polsek Batui Aipda Usman menyambangi warga binaanya di Kelurahan Lamo, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sabtu (21/1/2023) pagi.
Usman mengajak warga agar tidak mudah percaya terhadap berita atau pun informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia pun meminta masyarakat untuk berperan bersama menciptakan situasi kamtibmas pada lingkungan masing-masing. Dan tetap menjaga silaturahmi serta tolerasi antar umat beragama.
Kapolsek Batui Iptu Andriansyah Arthadana, mengungkapkan, perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat, selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif.
“Salah satu dampak negatif yang cukup meresahkan adalah munculnya informasi palsu atau istilah hoax,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Andriansyah mengajak masyarakat, untuk bijak dalam menanggapi setiap informasi atau pun berita yang beredar. Dengan mengecek dulu kebenarannya sebelum disampaikan kepada orang lain atau saring sebelum sharing.
“Perlu kecerdasan dan kedewasaan berpikir dalam membagikan suatu informasi atau berita. Kami harap masyarakat tidak mudah mempercayai postingan-postingan pada media sosial, maupun pemberitaan ketika sumber berita bukan berasal dari lembaga atau instansi yang berwenang,” imbaunya. *
Humas Polres Banggai
Discussion about this post