184 Titik Panas Terdeteksi di Sulteng, BPBD Banggai Minta Warga Gunakan Masker

59 dilihat
Kepala BPBD Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk – Kabut tipis yang menyelimuti wilayah Kabupaten Banggai beberapa hari terakhir akhirnya menemui titik terang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, membeberkan hasil analisis mendalam terkait fenomena udara yang sempat meresahkan warga tersebut.

Berdasarkan hasil koordinasi cepat BPBD Banggai bersama Stasiun Pengamat Atmosfer Lore Lindu Bariri Palu dan data citra satelit BMKG, terdeteksi lonjakan titik panas (hotspot) di wilayah Sulawesi Tengah.

Per 8 Oktober 2026, tercatat ada 184 titik panas yang tersebar di Sulteng, dengan rincian 157 titik kategori sedang, 24 titik kategori tinggi, dan 3 titik kategori rendah.

“Data ratusan hotspot ini merupakan sebaran untuk seluruh wilayah Sulawesi Tengah, bukan hanya di Kabupaten Banggai saja,” tegas Moh. Rifai Mahiwa menjelaskan duduk perkaranya.

Darimana Asal Asap?

Hasil analisis indikatif berdasarkan sebaran titik panas dan pola angin menunjukkan bahwa kabut asap di Banggai sebagian besar terdorong oleh titik kebakaran lokal di Sulawesi Tengah, terutama dari wilayah Tojo Una-Una.

Selain itu, tak menutup kemungkinan ada sumbangan asap kiriman dari kawasan Sulawesi Tenggara hingga sebagian wilayah Kalimantan.

Pola angin permukaan yang saat ini dominan bertiup dari arah barat daya menuju barat menjadi “kendaraan” utama yang membawa partikel asap dan debu bergerak hingga menutupi langit Banggai.

Akibatnya, jarak pandang (visibility) masyarakat pada pagi hingga siang hari terganggu dan menyusut hingga 6–8 kilometer.

Masyarakat Diminta Waspada

Menyikapi kondisi udara yang menipis kualitasnya ini, BPBD Kabupaten Banggai tak tinggal diam. Pemantauan ketat dan koordinasi intensif terus dilakukan bersama instansi teknis terkait.

Guna menjaga keselamatan bersama, Moh. Rifai Mahiwa menyampaikan beberapa imbauan penting bagi seluruh warga Banggai.

Wajib mengenakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.

Kurangi kegiatan di luar gedung jika dirasa kualitas udara makin memburuk.

Dilarang keras membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar secara sembarangan.

“Kami juga sangat mengharapkan dukungan dan koordinasi lintas perangkat daerah. Sinergi ini vital untuk upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sekaligus melindungi kesehatan masyarakat luas khususnya anak-anak, lansia, dan kelompok rentan,” tambahnya.

BPBD Banggai memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer secara real-time dan memberikan pembaruan informasi secara berkala demi kenyamanan dan keselamatan warga. *

Reporter Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1