Oleh: Supriadi Lawani DI BANYAK tempat, kehidupan beragama tampak semakin semarak. Rumah-rumah ibadah ramai, simbol-simbol religius semakin terlihat, dan berbagai SELENGKAPNYA
Hancurnya Spiritualitas: Ketika Agama Menjadi Jalan Menuju Kemewahan
Oleh: Supriadi Lawani DI NEGERI yang religius seperti Indonesia, agama hadir hampir di setiap sudut kehidupan. Pidato politik dibuka dengan SELENGKAPNYA
Religius tanpa Spiritualitas: Ketika Agama Kehilangan Jiwa
Oleh: Supriadi Lawani BARANGKALI yang paling hilang dari kehidupan beragama kita hari ini bukanlah jumlah ceramah, bukan pula kurangnya simbol SELENGKAPNYA
Ulil Amri dalam Perspektif Sayyid Qutb dan Krisis Legitimasi Kekuasaan
Oleh: Supriadi Lawani AYAT tentang Ulil Amri dalam QS. An-Nisa: 59 terlalu sering dipakai sebagai alat penjinak. Ia dibaca seolah-olah SELENGKAPNYA
Sedekah Tanpa Kamera: Pelajaran Ikhlas dari Zainal Abidin
Oleh: Supriadi Lawani DI KOTA suci Medina pernah hidup seorang ulama besar keturunan Nabi, Zainal Abidin. Ia dikenal sebagai ahli SELENGKAPNYA
Ulama yang Takut Miskin
Oleh : Supriadi Lawani DALAM sejarah peradaban Islam, ulama memiliki posisi yang sangat terhormat. Mereka bukan sekadar pengajar agama, tetapi SELENGKAPNYA
Kekuasaan dan Kesucian: Sebuah Muhasabah
Oleh: Supriadi Lawani DIANTARA ujian terbesar dalam kehidupan berbangsa dan beragama adalah ketika kekuasaan berjalan berdampingan dengan simbol-simbol kesucian. Keduanya SELENGKAPNYA
Puasa, Doa dan Paradoks Keberagamaan
Oleh: Supriadi Lawani SETIAP menjelang Ramadan, suasana religius terasa begitu kental. Rumah-rumah ramai. Doa bersama digelar. Imam masjid diundang. Hidangan SELENGKAPNYA
Hutang Beras Menjelang Ramadhan
Oleh: Supriadi Lawani NAMANYA bukan Tatu. Tapi biarlah kita memanggilnya begitu. Ia lelaki biasa, yang hidupnya tak pernah masuk berita, SELENGKAPNYA
Kesalehan yang Salah Arah: Ketika Umroh Mengalahkan Pembebasan Kaum Miskin
Oleh: Supriadi Lawani QS Al-Baqarah ayat 177 dan QS. Al-Ma’un satu koreksi mendasar terhadap cara kita memahami agama: “Bukanlah kebajikan SELENGKAPNYA
Ketika Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu, Kita Justru Mengangkat Derajat Orang Kaya
Oleh: Supriadi Lawani ADA satu ironi besar yang nyaris tak lagi kita sadari karena terlalu sering kita hidupi: Allah dengan SELENGKAPNYA
Barang Titipan, Imbalan Pakai dan Salah Arah Penegakan Hukum Narkotika
Oleh: Supriadi Lawani KEGELISAHAN ini bukan tanpa dasar. Dalam banyak perkara, termasuk yang saya dampingi langsung, seseorang dijerat Pasal 112 SELENGKAPNYA
Agama yang Menyebar dari Kebaikan
Oleh: Supriadi Lawani KEBAIKAN yang menyebar dari mulut ke mulut dapat menjelma menjadi gerakan. Dan itulah Rasulullah. Islam tidak lahir SELENGKAPNYA
Mabuk di Kampung Miskin
Oleh: Supriadi Lawani INI cerita tentang mabuk. Mabuk betulan—mabuk karena kebanyakan minum alkohol. Tapi ini bukan mabuk di bar mewah SELENGKAPNYA
Jika Pilkada Dipilih DPRD, Sulawesi Tengah Mungkin Kehilangan Anwar Hafid dan Hadianto Rasyid
Oleh: Supriadi Lawani WACANA pemilihan kepala daerah oleh DPRD terus berulang menjadi bahan perdebatan di acara televisi, podcast, hingga ruang-ruang SELENGKAPNYA
Coffee Shop Di Belanda
Oleh: Supriadi Lawani MENURUT kawan saya yang pernah ke Belanda, yang pasti bukan Aip Saifullah yang sekarang sudah jadi warga SELENGKAPNYA
Literasi Dan Empati (Belajar dari Totto-chan dan Pak Kobayashi)
Oleh: Supriadi Lawani BEBERAPA Minggu lalu, saat menerima rapor anak saya, wali kelasnya menyampaikan satu kalimat yang terdengar sederhana tapi SELENGKAPNYA
Mereka yang Takut pada Komedi
Oleh: Supriadi Lawani PANJI menggelar stand up comedy di panggung besar. Ditayangkan di Netflix. Viral. Itu saja sebenarnya sudah cukup SELENGKAPNYA
Membayangkan Berani Cerdas Jika Gubernur Dipilih DPRD
Oleh: Supriadi Lawani TADI pagi saya melihat sebuah flyer di media sosial. Flyer itu menggambarkan adanya beberapa partai di parlemen SELENGKAPNYA
Pemilihan Kepala Daerah dan Ilusi Demokrasi Prosedural
Oleh: Supriadi Lawani BELAKANGAN ini kembali menguat wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota. Ada usulan SELENGKAPNYA
Anak Muda Yang Dilahirkan Zaman
Oleh: Supriadi Lawani MINGGU lalu saya mendampingi seorang anak muda di Polres Banggai. Ia diperiksa atas laporan sebuah perusahaan nikel SELENGKAPNYA
Menghina Institusi Negara: Delik yang Kehilangan Objek Konstitusional
Oleh: Supriadi Lawani KUHP baru (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023) hari ini ( 2/1/2026) mulai berlaku. Ada pasal dalam KUHP SELENGKAPNYA
Demokrasi bagi Siapa?
Oleh: Supriadi Lawani AKHIR-akhir ini ada isu tentang pilkada yang dipilih oleh DPRD sehingga memicu perdebatan tentang demokrasi. Bagi saya SELENGKAPNYA
Cinta Katanya Bukan Soal Hati, Tapi Soal Harga
Oleh: Supriadi Lawani “CINTA itu soal hati, bukan soal harga.” Kalimat ini biasanya diucapkan oleh dua tipe manusia: pertama, anak SELENGKAPNYA
- 1
- 2
- Berikutnya













