Oleh: Supriadi Lawani BARANGKALI yang paling hilang dari kehidupan beragama kita hari ini bukanlah jumlah ceramah, bukan pula kurangnya simbol kesalehan. Yang perlahan menghilang justru sesuatu yang paling inti: spiritualitas. SELENGKAPNYA
Ulil Amri dalam Perspektif Sayyid Qutb dan Krisis Legitimasi Kekuasaan
Oleh: Supriadi Lawani AYAT tentang Ulil Amri dalam QS. An-Nisa: 59 terlalu sering dipakai sebagai alat penjinak. Ia dibaca seolah-olah Al-Qur’an memerintahkan kepatuhan mutlak kepada siapa pun yang berkuasa. Dalam SELENGKAPNYA
Sedekah Tanpa Kamera: Pelajaran Ikhlas dari Zainal Abidin
Oleh: Supriadi Lawani DI KOTA suci Medina pernah hidup seorang ulama besar keturunan Nabi, Zainal Abidin. Ia dikenal sebagai ahli ibadah, seorang yang tekun dalam doa dan pengabdian kepada Allah. SELENGKAPNYA
Ulama yang Takut Miskin
Oleh : Supriadi Lawani DALAM sejarah peradaban Islam, ulama memiliki posisi yang sangat terhormat. Mereka bukan sekadar pengajar agama, tetapi penjaga nurani masyarakat. Ulama seharusnya menjadi suara moral yang berani SELENGKAPNYA
Kekuasaan dan Kesucian: Sebuah Muhasabah
Oleh: Supriadi Lawani DIANTARA ujian terbesar dalam kehidupan berbangsa dan beragama adalah ketika kekuasaan berjalan berdampingan dengan simbol-simbol kesucian. Keduanya tampak indah bila bersatu: yang satu memiliki kewenangan mengatur, yang SELENGKAPNYA
Puasa, Doa dan Paradoks Keberagamaan
Oleh: Supriadi Lawani SETIAP menjelang Ramadan, suasana religius terasa begitu kental. Rumah-rumah ramai. Doa bersama digelar. Imam masjid diundang. Hidangan tersaji melimpah. Sanak keluarga dan tetangga berkumpul dalam suasana harap: SELENGKAPNYA
Hutang Beras Menjelang Ramadhan
Oleh: Supriadi Lawani NAMANYA bukan Tatu. Tapi biarlah kita memanggilnya begitu. Ia lelaki biasa, yang hidupnya tak pernah masuk berita, tak pernah masuk statistik pembangunan, kecuali mungkin sebagai angka kemiskinan SELENGKAPNYA
Kesalehan yang Salah Arah: Ketika Umroh Mengalahkan Pembebasan Kaum Miskin
Oleh: Supriadi Lawani QS Al-Baqarah ayat 177 dan QS. Al-Ma’un satu koreksi mendasar terhadap cara kita memahami agama: “Bukanlah kebajikan itu hanya menghadapkan wajah ke timur dan barat, tetapi kebajikan SELENGKAPNYA
Ketika Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu, Kita Justru Mengangkat Derajat Orang Kaya
Oleh: Supriadi Lawani ADA satu ironi besar yang nyaris tak lagi kita sadari karena terlalu sering kita hidupi: Allah dengan tegas menyatakan bahwa Dia mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu, SELENGKAPNYA
Barang Titipan, Imbalan Pakai dan Salah Arah Penegakan Hukum Narkotika
Oleh: Supriadi Lawani KEGELISAHAN ini bukan tanpa dasar. Dalam banyak perkara, termasuk yang saya dampingi langsung, seseorang dijerat Pasal 112 atau Pasal 114 Undang-Undang Narkotika. Bukan karena ia membeli, menjual, SELENGKAPNYA
Agama yang Menyebar dari Kebaikan
Oleh: Supriadi Lawani KEBAIKAN yang menyebar dari mulut ke mulut dapat menjelma menjadi gerakan. Dan itulah Rasulullah. Islam tidak lahir dari panggung kekuasaan, tidak tumbuh dari mikrofon dan kamera, melainkan SELENGKAPNYA
Mabuk di Kampung Miskin
Oleh: Supriadi Lawani INI cerita tentang mabuk. Mabuk betulan—mabuk karena kebanyakan minum alkohol. Tapi ini bukan mabuk di bar mewah dengan lampu redup, bartender profesional, musik keras, harga minuman mahal SELENGKAPNYA
Jika Pilkada Dipilih DPRD, Sulawesi Tengah Mungkin Kehilangan Anwar Hafid dan Hadianto Rasyid
Oleh: Supriadi Lawani WACANA pemilihan kepala daerah oleh DPRD terus berulang menjadi bahan perdebatan di acara televisi, podcast, hingga ruang-ruang diskusi publik. Argumen pro dan kontra silih berganti. Mana yang SELENGKAPNYA
Coffee Shop Di Belanda
Oleh: Supriadi Lawani MENURUT kawan saya yang pernah ke Belanda, yang pasti bukan Aip Saifullah yang sekarang sudah jadi warga Belanda tapi teman yang lain yang namanya te mau dibilang. SELENGKAPNYA
Literasi Dan Empati (Belajar dari Totto-chan dan Pak Kobayashi)
Oleh: Supriadi Lawani BEBERAPA Minggu lalu, saat menerima rapor anak saya, wali kelasnya menyampaikan satu kalimat yang terdengar sederhana tapi berat: “Secara umum, anak-anak sekarang agak kurang literasi dan penalaran.” SELENGKAPNYA
Mereka yang Takut pada Komedi
Oleh: Supriadi Lawani PANJI menggelar stand up comedy di panggung besar. Ditayangkan di Netflix. Viral. Itu saja sebenarnya sudah cukup menjelaskan bahwa yang terjadi adalah kerja seni—komedi, satire, kritik sosial. SELENGKAPNYA
Membayangkan Berani Cerdas Jika Gubernur Dipilih DPRD
Oleh: Supriadi Lawani TADI pagi saya melihat sebuah flyer di media sosial. Flyer itu menggambarkan adanya beberapa partai di parlemen yang mendukung wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Salah satu SELENGKAPNYA
Pemilihan Kepala Daerah dan Ilusi Demokrasi Prosedural
Oleh: Supriadi Lawani BELAKANGAN ini kembali menguat wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota. Ada usulan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD, dengan alasan sama-sama demokratis SELENGKAPNYA
Anak Muda Yang Dilahirkan Zaman
Oleh: Supriadi Lawani MINGGU lalu saya mendampingi seorang anak muda di Polres Banggai. Ia diperiksa atas laporan sebuah perusahaan nikel yang beroperasi di kampungnya. Usianya sebaya dengan anak saya, meski SELENGKAPNYA
Menghina Institusi Negara: Delik yang Kehilangan Objek Konstitusional
Oleh: Supriadi Lawani KUHP baru (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023) hari ini ( 2/1/2026) mulai berlaku. Ada pasal dalam KUHP baru ini kembali memperkenalkan konsep yang sejak lama dipersoalkan secara SELENGKAPNYA
Demokrasi bagi Siapa?
Oleh: Supriadi Lawani AKHIR-akhir ini ada isu tentang pilkada yang dipilih oleh DPRD sehingga memicu perdebatan tentang demokrasi. Bagi saya banyak perdebatannya hanya bersifat teknis elektoral dan tidak menyentuh inti SELENGKAPNYA
Cinta Katanya Bukan Soal Hati, Tapi Soal Harga
Oleh: Supriadi Lawani “CINTA itu soal hati, bukan soal harga.” Kalimat ini biasanya diucapkan oleh dua tipe manusia: pertama, anak muda tak berpunya yang rajin baca puisi Sapardi sambil ngopi SELENGKAPNYA
Dugaan Pemerasan Jaksa dan Ketakutan Pejabat: Simbiosis Korupsi yang Terlupakan
Oleh: Supriadi Lawani TERBONGKARNYA kasus dugaan pemerasan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan seharusnya tidak dibaca semata sebagai skandal hukum individual. Ia adalah potret relasi kuasa yang SELENGKAPNYA
Ideologi, Sudah Tapi Belum: Negara Gagap Dihadapan Beras 30 Ton
Oleh: Supriadi Lawani BANTUAN beras 30 ton dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban bencana sempat “dikembalikan”, lalu diklarifikasi “bukan dikembalikan”, dan akhirnya disalurkan melalui Muhammadiyah. Dalam hitungan hari, negara SELENGKAPNYA
- 1
- 2
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














