Kontroversi Memanas di Hadianto Rasyid Cup! KT Tolando Walk Out, Wasit dan Panitia Dituding Rugikan Tim Batui

oleh -128 Dilihat
oleh
Laga perempat final yang mempertemukan KT Tolando asal Batui melawan FD Apparel di Lapangan Mutiara Nambo, Selasa (2/6/2026), berakhir ricuh.

LUWUK TIMES, Nambo – Turnamen Mini Soccer Open Hadianto Rasyid Cup 2026 kembali diterpa badai kontroversi.

Laga perempat final yang mempertemukan KT Tolando asal Batui melawan FD Apparel di Lapangan Mutiara Nambo, Selasa (2/6/2026), berakhir ricuh.

Itu setelah KT Tolando memutuskan walk out (WO) sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang dinilai merugikan tim mereka.

Pertandingan yang sejak awal berlangsung panas dan penuh tensi itu berubah menjadi sorotan setelah terjadi insiden kontroversial usai jeda babak pertama.

Salah seorang pemain KT Tolando bernomor punggung 97 diduga mendapat sikutan dari penjaga gawang FD Apparel saat berusaha menguasai bola di area permainan.

Akibat benturan tersebut, pemain KT Tolando terjatuh dan tampak kesakitan.

Namun di tengah protes pemain dan official KT Tolando, wasit tidak menghentikan pertandingan dan memilih membiarkan permainan terus berjalan.

Keputusan itu langsung memicu kemarahan kubu KT Tolando.

Situasi semakin memanas ketika FD Apparel memanfaatkan kondisi tersebut untuk melancarkan serangan balik cepat yang berujung gol ke gawang KT Tolando.

Merasa ada pelanggaran yang diabaikan dan gol tercipta dalam situasi yang dianggap tidak fair, para pemain serta official KT Tolando melancarkan protes keras kepada wasit dan panitia pertandingan.

Namun protes tersebut tidak mengubah keputusan yang telah diambil.

Puncaknya, KT Tolando memilih meninggalkan lapangan dan menyatakan walk out sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit dan jalannya pertandingan.

“Iya, tim kami sangat merasa dirugikan sehingga kami tidak melanjutkan pertandingan,” tegas Alfi, salah satu pemain KT Tolando.

Tak hanya mempersoalkan insiden di lapangan, Alfi juga mengungkap dugaan ketidaknetralan wasit terkait perubahan jadwal pertandingan yang menurutnya menguntungkan lawan.

“Jadwal awal pukul 21.00 kemudian diubah menjadi 21.30. Sampai di lapangan sekitar pukul 21.40 wasit belum ada. Nanti pemain FD Apparel lengkap baru wasit muncul. Karena masih menunggu pemain FD Apparel yang baru selesai bermain di Tikupon,” ungkap Alfi.

Pernyataan tersebut semakin memperkeruh situasi dan memunculkan berbagai spekulasi di kalangan penonton maupun peserta turnamen.

Sejumlah pihak kini mempertanyakan profesionalisme perangkat pertandingan serta konsistensi panitia dalam menerapkan aturan yang adil bagi seluruh tim peserta.

Insiden walk out KT Tolando pun menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat pecinta sepak bola Kabupaten Banggai.

Banyak pihak berharap panitia penyelenggara segera memberikan klarifikasi resmi guna menghindari polemik yang lebih luas dan menjaga kredibilitas Turnamen Hadianto Rasyid Cup yang selama ini menjadi salah satu ajang bergengsi di wilayah tersebut.

Kasus ini kembali menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan kompetisi sepak bola lokal, khususnya terkait kualitas kepemimpinan wasit, transparansi pengambilan keputusan, serta komitmen panitia dalam menjamin sportivitas dan keadilan di atas lapangan. *

Gogo