Advertising

Example floating
Example floating

Petani Menangis, Gudang Gabah Terbakar Hebat di Luwuk Timur, Kerugian Ditaksir Rp500 juta

Sofyan
Tempat penggilingan padi atau huller milik I Nyoman Darmawan (47) dilalap si jago merah pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk Timur – Suasana malam yang tenang di Desa Bantayan, Kecamatan Luwuk Timur, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah tempat penggilingan padi (huller) milik I Nyoman Darmawan (47) dilalap si jago merah pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.

Kobaran api yang muncul dari dalam bangunan dengan cepat membesar. Tumpukan gabah kering yang tersimpan di dalam gudang membuat api semakin ganas dan sulit dikendalikan.

IMG-20260829-WA0006

Kapolres Banggai AKBP Wayan Wayracana Aryawan melalui Kapolsek Luwuk AKP Muh. Asdar menjelaskan, saat api pertama kali terlihat, kondisinya sudah cukup besar dan membakar sebagian besar area penggilingan padi.

Baca Juga:  Dendam Terbalas Manis! Tumbangkan Parimo, Voli Putra Banggai Segel Emas Popda XXIV Sulteng

“Api pertama kali terlihat dari dalam bangunan penggilingan padi. Karena di lokasi terdapat banyak gabah kering, kobaran api dengan cepat membesar,” ungkap AKP Muh. Asdar.

Akibat kebakaran tersebut, mesin penggilingan padi ikut hangus terbakar. Tak hanya itu, sekitar 30 persen dari total 1.430 sak gabah kering yang tersimpan di gudang juga musnah dilalap api.

Baca Juga:  Resmi Dilantik Camat Pagimana, Meylinda Djafar Nahkodai Desa Siuna Hingga Pilkades 2027

Sebanyak 70 persen gabah memang berhasil diselamatkan. Namun, proses pemadaman membuat gabah tersebut basah sehingga berpotensi mengalami penurunan kualitas dan nilai jual.

“Gabah yang terselamatkan dalam kondisi basah. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap kualitas hasil panen para pemilik gabah,” jelas Kapolsek.

Peristiwa ini tidak hanya merugikan pemilik usaha penggilingan, tetapi juga belasan petani yang menitipkan hasil panennya di gudang tersebut. Di antaranya Erwin, Jumanto, Bustari, Jan, Suti, Wiwit, Basuki, Wawan, Katri, Toto, Komdan, Nanang Seti dan Riu.

Baca Juga:  Mobil Pick Up Tabrak Bocah Pejalan Kaki di Kintom

Akibat insiden tersebut, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

Mendapat laporan kejadian, personel Polsek Luwuk langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. *

-->