Tensi Memuncak, Laga Bunta Putra vs Taliabu Muda Berakhir Ricuh, Panitia Beberkan Kronologi Lengkap

oleh -454 Dilihat
oleh

LUWUK TIMES, Banggai – Panitia pelaksana akhirnya angkat bicara terkait insiden yang mewarnai pertandingan perempat final Kejuaraan Berani Juara Sepak Bola Piala Gubernur Sulawesi Tengah di Lapangan Gelora 12 Februari, Pagimana, Kamis (16/7/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan melalui kronologi resmi yang ditandatangani Pengawas Pertandingan (Match Commissioner/Matchcom), Husain Pakaya, tertanggal 16 Juli 2026.

Insiden terjadi pada laga sengit antara Bunta Putra melawan Taliabu Muda yang dipimpin wasit nasional Ahmadi Bakareng, didampingi asisten wasit Yanto dan Nopri serta wasit cadangan Andi Lahay.

Pertandingan berlangsung selama 2 x 35 menit dan dimulai pukul 15.30 Wita.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dengan tensi tinggi.

Bunta Putra lebih mendominasi jalannya pertandingan, namun rapatnya pertahanan Taliabu Muda membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga babak pertama berakhir.

Atmosfer pertandingan semakin memanas. Permainan keras tak terhindarkan hingga wasit mengeluarkan lima kartu kuning, masing-masing empat untuk pemain Bunta Putra dan satu untuk pemain Taliabu Muda.

Puncak insiden terjadi saat memasuki masa injury time babak pertama, tepat ketika wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Dalam momen tersebut, pemain bernomor punggung 97 dari Bunta Putra diduga menyikut kapten Taliabu Muda bernomor punggung 10.

Wasit awalnya menjatuhkan sanksi kartu kuning kepada pemain Bunta Putra.

Namun keputusan itu memicu protes keras. Pemain yang menerima kartu menolak keputusan wasit, sementara kubu Taliabu Muda meminta hukuman diperberat setelah kondisi korban dinilai cukup serius.

Kapten Taliabu Muda yang mengalami benturan langsung mendapat penanganan dari tim medis panitia sebelum dilarikan ke Puskesmas menggunakan ambulans.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami pendarahan pada telinga kanan yang diduga mengganggu gendang telinganya.

Mengacu pada hasil pemeriksaan tersebut, pihak Taliabu Muda meminta wasit mengubah sanksi kartu kuning menjadi kartu merah.

Mereka juga menyatakan tidak bersedia melanjutkan pertandingan ke babak kedua apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Situasi di lapangan pun semakin memanas. Adu argumen antara kedua tim berlangsung cukup lama hingga aparat keamanan menilai kondisi sudah tidak kondusif untuk melanjutkan pertandingan.

Melalui musyawarah yang melibatkan Kapolsek Pagimana, Danramil Pagimana, panitia pelaksana, dan Pengawas Pertandingan, diputuskan bahwa laga Bunta Putra kontra Taliabu Muda resmi ditunda.

Pertandingan akan dilanjutkan pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 16.00 Wita di Lapangan Gelora 12 Februari Pagimana dengan menggunakan pemain dari kedua tim serta perangkat pertandingan yang sama sebagaimana laga sebelumnya.

Keputusan tersebut diambil demi menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas dalam pelaksanaan Kejuaraan Berani Juara Piala Gubernur Sulawesi Tengah. *

Sofyan Labolo