Misteri Sandal Putih di Bawah Kapal, Kronologi Penemuan Jasad La Tala di Pelabuhan Feri Luwuk

oleh -322 Dilihat
oleh
Korban dievakuasi polisi dan warga

LUWUK TIMES, Luwuk — Suasana di Pelabuhan Feri Luwuk, Kabupaten Banggai, yang semula berjalan normal mendadak gempar pada Minggu pagi (12/07/2026). Sesosok jasad pria ditemukan tenggelam di dasar laut tepat di bawah lambung kapal tujuan Pulau Taliabo.

Pria tersebut diidentifikasi bernama La Tala (47). Ia seorang warga Jalan G. Julutumpu, Kelurahan Mangkio Baru, Kecamatan Luwuk. Penemuan tragis ini bermula dari kecurigaan seorang kerabat yang berujung pada pencarian dramatis.

Berikut adalah kronologi lengkap peristiwa pilu tersebut berdasarkan keterangan resmi Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar SH:

Pencarian yang Berujung Kejanggalan

Pagi itu, seorang pria bernama Mulyadi (45), warga Kelurahan Tanjung Tuwis, sengaja datang ke area pelabuhan dengan satu misi, yakni mencari keberadaan La Tala.

Namun, setibanya di lokasi sekitar pelabuhan, Mulyadi justru dihadapkan pada situasi yang janggal.

Ia hanya menemukan sepeda motor dan ponsel milik korban yang tergeletak tanpa pemiliknya.

Petunjuk dari Sepasang Sandal Putih

Petunjuk sendal putih

Firasat buruk mulai menghampiri Mulyadi. Ia pun memutuskan untuk memperluas radius pencariannya ke area dermaga.

Langkah kaki Mulyadi membawanya mendekati sebuah kapal yang tengah bersandar, siap bertolak menuju Pulau Taliabo, Maluku Utara.

Di sanalah ia menemukan petunjuk penting selanjutnya, sepasang sandal berwarna putih milik La Tala.

Penemuan di Dasar Laut

Melihat sandal korban berada di tepi dermaga dekat kapal, Mulyadi segera mengarahkan pandangannya ke bawah, menembus permukaan air laut.

Tepat pada pukul 10.30 WITA, kecurigaannya terbukti secara tragis. Jasad La Tala terlihat berada di dasar laut, tepat di bawah kapal dalam posisi tertelungkup.

“Korban ditemukan saksi tenggelam dengan posisi tertelungkup di dasar laut, tepat di bawah kapal,” ungkap Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar.

Evakuasi Bersama Polri dan Warga

Seketika itu juga, Mulyadi langsung menghubungi pihak Kepolisian Sektor Luwuk dan meminta bantuan rekan-rekan buruh pelabuhan setempat.

Aparat Polri yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi kejadian. Dibantu oleh warga dan para buruh secara gotong-royong, jasad korban akhirnya berhasil diangkat dari dasar laut.

Tepat pukul 11.20 WITA, jenazah La Tala dievakuasi ke RSUD Luwuk menggunakan mobil ambulans milik Polresta Banggai untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Penyebab Kematian Masih Misteri

Hingga berita ini diturunkan, teka-teki di balik jatuhnya La Tala ke laut masih belum terkuak. Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan intensif sedang berjalan.

“Dari hasil koordinasi, kami masih menyelidiki penyebab kematian korban dan mencari informasi lebih lanjut terkait dengan kejadian ini,” pungkas AKP Muh. Asdar. *