LUWUK TIMES, Nuhon – Asap masih tampak mengepul dari sejumlah titik di kawasan hutan dan lahan Desa Batu Hitam, Kecamatan Nuhon.
Saat itu pula Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai bersama aparat dan warga berjibaku memadamkan sisa-sisa kobaran api, Jumat (17/7).
Gerak cepat lintas sektor menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan mengancam kawasan di sekitarnya.
Penanganan ini merupakan tindak lanjut atas laporan polisi mengenai kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada 15 Juli 2026.
Sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah, atas perintah Bupati Banggai, H. Amirudin Tamoreka, BPBD Kabupaten Banggai segera turun melakukan peninjauan sekaligus penanganan karhutla di Desa Batu Hitam, Kecamatan Nuhon.
Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banggai, Nurlaela Abdullah, SH., ME., bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dengan dukungan Camat Nuhon beserta jajarannya.
Sebelum operasi lapangan dilaksanakan, Nurlaela Abdullah menginisiasi rapat koordinasi lintas sektor pada Kamis (16/7) di Kantor BPBD Kabupaten Banggai.
Rapat tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari Polres Banggai, Koramil 1308/LB, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banggai, hingga Pos Basarnas Luwuk.
Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk menyusun strategi penanganan terpadu agar operasi pemadaman berjalan efektif.
Hasil koordinasi tersebut langsung diwujudkan keesokan harinya. Nurlaela Abdullah memimpin langsung operasi pemadaman bersama personel TRC BPBD Kabupaten Banggai.
Di lapangan, mereka mendapat dukungan penuh dari Camat Nuhon beserta jajaran, Pemerintah Desa Batu Hitam, dan masyarakat setempat yang bahu-membahu mengendalikan api agar tidak menjalar ke kawasan yang lebih luas.
Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam operasi tersebut.
Kolaborasi seluruh unsur membuat kobaran api berhasil dikendalikan sebelum meluas.

Setelah api padam, tim melanjutkan proses pendinginan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Banggai, Nurlaela Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penanganan karhutla tersebut.
“Penanganan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama, khususnya Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banggai, Camat Nuhon beserta jajarannya, Pemerintah Desa Batu Hitam, serta masyarakat yang turut membantu proses pemadaman,” katanya.
“Sinergi seperti ini sangat penting agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Banggai juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau instansi terkait apabila menemukan titik api.

Upaya pencegahan yang dibarengi respons cepat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Peristiwa di Desa Batu Hitam menjadi gambaran bahwa penanganan bencana akan lebih efektif ketika pemerintah, aparat, dan masyarakat bergerak dalam satu langkah.
Kolaborasi yang terjalin di lapangan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman bencana. *
Sofyan Labolo
