Oleh: Supriadi Lawani ANAK muda laki-laki sering berandai-andai: “Ah, seandainya aku dapat pasangan yang cantik, baik, terpelajar, kaya, dan yang paling penting mencintaiku apa adanya.” Anak muda perempuan juga tidak SELENGKAPNYA
Pidana di Situasi Bencana
Oleh: Supriadi Lawani PENERAPAN Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru seharusnya tidak dipahami semata sebagai pergantian pasal, istilah, atau ancaman pidana. Ia mestinya dibaca sebagai momentum untuk meninjau kembali SELENGKAPNYA
Berdoalah Agar Torang Pe Tai Jadi Fosil
Oleh: Supriadi Lawani ARKELOG pernah menemukan tai bangsa Viking yang membatu. Iyo, tai. Bukan pedang, bukan kapal naga, bukan helm bertanduk yang itu pun ternyata mitos. Tai. Dan dari situ, SELENGKAPNYA
Integritas Moral Mualem yang Dibentuk oleh Jalan Panjang Perjuangan
Oleh: Supriadi Lawani KETIKA membuka media sosial Facebook saya melihat ringkasan video wawancara Muzakir Manaf atau Mualem gubernur Aceh dengan Najwa Shihab. Saat diwawancarai oleh Najwa, Mualem sempat menangis, saya SELENGKAPNYA
Mengapa Pemimpin Selevel Soekarno, Hatta, Syahrir, dan Tan Malaka Tak Lahir Lagi?
Oleh: Supriadi Lawani DI TENGAH kekecewaan publik terhadap kualitas elite politik hari ini, pertanyaan yang kerap muncul adalah: mengapa Indonesia tidak lagi melahirkan pemimpin dengan kedudukan intelektual dan moral seperti SELENGKAPNYA
Ketika Darah Tumpah di Luwuk, Membaca Akar Kekerasan Lewat Strain Theory
Oleh: Supriadi Lawani PERAMPOKAN disertai kekerasan yang terjadi di All Swalayan Maahas, Luwuk, pada 5 Desember 2025, mengguncang rasa aman masyarakat Banggai. Di kota yang relatif tenang dan jarang mencatat SELENGKAPNYA
Kasat Usman yang Saya Kenal
Oleh: Supriadi Lawani TULISAN ini tidak memiliki kepentingan apa pun. Tidak untuk pencitraan, tidak untuk politik, tidak pula untuk popularitas. Ini hanya catatan kecil tentang seorang sahabat yang—di tengah dunia SELENGKAPNYA
Bencana Sumatera: Dialektika Alam, Keretakan Metabolik, dan Kapitalisme yang Mengabaikan Batas Bumi
Oleh: Supriadi Lawani SETIAP kali bencana melanda Sumatera—banjir bandang Aceh, longsor Sumbar, kebakaran gambut Riau dan lainnya maka aparatus negara bergerak cepat mengulang mantra lamanya: bencana alam. Frasa itu bekerja SELENGKAPNYA
Mengembalikan Ruh Perencanaan Pembelajaran
Oleh: Supriadi Lawani TULISAN sederhana ini adalah apa yang saya tangkap dari gagasan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.STP., M.Si. Ketika bertemu singkat beberapa hari lalu SELENGKAPNYA
Ketidakmampuan Beli Pangan Sehat: Alarm untuk Banggai dan Indonesia
Oleh: Supriadi Lawani LAPORAN terbaru FAO yang menyebut 43,5 persen penduduk Indonesia tidak mampu membeli makanan sehat pada 2024 seharusnya dibaca sebagai peringatan serius. Angka itu mencerminkan kesenjangan besar antara SELENGKAPNYA
Catatan Ringan di Hari Burung Maleo
Oleh: Supriadi Lawani TANGGAL 21 November kemarin sebenarnya adalah Hari Burung Maleo. Iya, saya tahu, tulisan ini agak telat. Tapi kalau untuk merayakan makhluk setia yang sedang terancam punah, masa SELENGKAPNYA
Adat, Hukum Adat, dan Masyarakat Hukum Adat: Membaca Ulang Klaim Identitas Babasal
Oleh: Supriadi Lawani SAYA menulis ini tanpa maksud tertentu. Sebelumnya saya ingin jelaskan bahwa dalam tubuh saya mengalir darah suku Balantak. Karena itu, tulisan ini bukan lahir dari jarak, tetapi SELENGKAPNYA
Demokrasi Tanpa Pengetahuan Diri
Oleh: Supriadi Lawani Fondasi yang Jarang Dibahas SETIAP musim pemilu, kita kembali pada keyakinan dasar demokrasi: satu orang satu suara. Keyakinan itu tampak sederhana, tetapi berdiri di atas asumsi yang SELENGKAPNYA
Polisi Aktif di Jabatan Sipil dan Sikap Pemerintah yang Setengah Hati
Oleh: Supriadi Lawani POLEMIK mengenai polisi aktif yang menduduki jabatan sipil kembali mengemuka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan Putusan Nomor 114/PUU-XXIII/2025. Dalam putusan tersebut, MK menyatakan bahwa ketentuan yang memperbolehkan SELENGKAPNYA
Terjerat Rentenir
Oleh: Supriadi Lawani Ini kisah dari sebuah desa di kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pagi itu, aroma es campur menyeruak di antara suara motor dan langkah anak-anak kecil. Di depan SELENGKAPNYA
Logika “Sudah Tapi Belum” dalam Politik Penghargaan Pahlawan Kita
Oleh : Supriadi Lawani “SUDAH tapi belum.” Ucapan Presiden Joko Widodo yang dulu dianggap sekadar guyon politik ternyata menggambarkan logika berpikir bangsa kita hari ini. Logika ini tidak hanya hidup SELENGKAPNYA
Joging sebagai Simbol Kelas; Antara Sehat, Cantik dan Pamer Modal Sosial
Oleh: Supriadi Lawani AKHIR-akhir ini, di berbagai kota termasuk kota kecil seperti Luwuk, kita bisa melihat fenomena baru di ruang publik: joging atau jalan pagi menjadi bagian dari gaya hidup SELENGKAPNYA
Zoran Mamdani dan Harapan untuk Politik Anak Muda Banggai
Oleh: Supriadi Lawani ZORAN Mamdani mungkin bukan nama yang akrab di telinga sebagian orang Indonesia. Anak seorang profesor keturunan India, seorang Muslim yang mengaku sebagai demokratik sosialis, kini terpilih menjadi SELENGKAPNYA
- Sebelumnya
- 1
- 2
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











