Beny Versus Sulianti? Warganet Mulai Panaskan Bursa Pilkada Banggai

oleh -227 Dilihat
oleh
Beniyanto Tamoreka dan Sulianti Murad

LUWUK TIMES, Luwuk – Meski pelaksanaan Pilkada Banggai masih beberapa tahun lagi, ruang publik dan media sosial mulai dipenuhi diskusi mengenai figur yang dinilai layak memimpin Kabupaten Banggai pada 2031 mendatang.

Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat dalam menanggapi pemberitaan terkait kontestasi politik mendatang di Luwuk Times.

Sedikitnya 115 komentar dan 10 kali dibagikan menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap calon-calon yang berpotensi bertarung di Pilkada Banggai.

Dari ratusan komentar yang masuk, nama Beny-Andika menjadi salah satu figur yang paling banyak mendapat dukungan.

Sejumlah warganet menilai Beny telah memiliki rekam jejak yang terbukti dan layak melanjutkan kepemimpinan daerah ke depan.

“Pak Haji Beny pilihan rakyat Kabupaten Banggai,” tulis salah seorang netizen.

Dukungan serupa juga datang dari komentar lain yang menyebut, “Lanjutkan Pak Beny, kami siap mendukung.”

Selain Beny-Andika, nama Sulianti Murad juga mendapat perhatian besar. Sebagian masyarakat menilai politisi perempuan tersebut layak diberi kesempatan memimpin Kabupaten Banggai.

“Kalau saya pribadi tetap beri kesempatan Ibu Sulianti Murad untuk membangun daerah Kabupaten Banggai,” tulis seorang warga dalam kolom komentar.

Sejumlah pasangan figur juga mulai dimunculkan oleh masyarakat. Ada yang menjagokan duet “Bento–Obama” dan Beniyanto–Didi Hinelo.

Dilain sisi, Sulianti Murad dipaketkan dengan Suprapto. Bahkan mereka kembali mendorong Sulianti Murad-Bali Mang, termasuk tokoh lainnya yang dianggap memiliki peluang dalam pertarungan mendatang.

Namun tidak sedikit pula warga yang memilih bersikap realistis. Mereka mengingatkan bahwa Pilkada Banggai masih cukup lama sehingga peta politik masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Masih lama, tidak ada yang tahu perubahan hidup manusia,” tulis seorang netizen.

Terlalu Dini Membicarakan Pilkada

Komentar lain menyebut bahwa terlalu dini membicarakan Pilkada karena banyak faktor yang akan menentukan arah dukungan masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah warga berharap para tokoh yang mulai disebut-sebut tidak hanya fokus membangun citra politik.

Akan tetapi juga memberikan perhatian terhadap persoalan masyarakat seperti ekonomi desa, kebersihan kota, hingga pemerataan pembangunan.

“Jangan hanya sibuk mempersiapkan kepentingan elektoral. Lihat juga kondisi masyarakat di desa-desa,” tulis salah satu komentar yang mendapat perhatian publik.

Menariknya, sebagian masyarakat menilai faktor figur, kemampuan membangun komunikasi dengan warga, hingga kekuatan tim pemenangan masih menjadi penentu utama dalam kontestasi politik Banggai.

Bahkan ada yang berpendapat bahwa dukungan finansial dan strategi politik tetap menjadi faktor yang sulit dipisahkan dari pesta demokrasi.

Meski demikian, satu hal yang terlihat jelas dari ratusan komentar tersebut adalah tingginya minat masyarakat untuk ikut menentukan arah kepemimpinan Kabupaten Banggai ke depan.

Nama-nama calon memang belum resmi bertarung, namun publik tampaknya sudah mulai melakukan penilaian terhadap figur yang dianggap paling layak memimpin daerah ini pada 2031 mendatang. *

Sofyan Labolo