LUWUK TIMES, Banggai — Jejak asap dan abu sisa kebakaran di Desa Beringin Jaya baru saja mereda, namun langkah Hariadi Bola belum juga surut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai itu kembali memacu kendaraannya, menembus sudut-sudut wilayah Banggai demi sebuah misi kemanusiaan yang kerap luput dari perhatian publik, merangkul mereka yang hidup dalam bayang-bayang gangguan jiwa.
Di balik riuk rendah aktivitas warga, keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sering kali menyisakan serangkaian cerita rumit tentang kebingungan keluarga, prasangka lingkungan, hingga minimnya penanganan yang tepat.
Memahami realitas tersebut, Kadinsos Banggai memilih tidak sekadar duduk di balik meja.
Bersama jajarannya, Hariadi turun langsung membawa paket bantuan, sekaligus mengetuk pintu rumah-rumah warga untuk membagikan pemahaman.
“Intinya kami memberikan edukasi agar tidak mengganggu ketertiban umum, sekaligus menyerahkan bantuan kepada yang membutuhkan,” tutur Hariadi.
Bagi Hariadi, bantuan logistik hanyalah pintu masuk. Kunci utamanya terletak pada edukasi. Dinas Sosial Banggai ingin mengikis stigma dan mengubah cara pandang masyarakat.
Penanganan ODGJ tidak bisa lagi diwarnai dengan pengasingan. Melainkan pendekatan humanis yang melibatkan peran aktif keluarga dan lingkungan sekitar demi menjaga kenyamanan serta ketertiban bersama.
Perjalanan kemanusiaan hari itu tidak berhenti di situ. Rombongan Dinas Sosial lantas menyusuri jalan menuju Desa Sayambongin, Kecamatan Nambo.
Di sana, mereka mendatangi kediaman salah satu penyintas ODGJ untuk melakukan pemantauan berkala.
Mata dan telinga dicermati baik-baik untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sekaligus memetakan langkah medis atau sosial lanjutan yang perlu diambil.
Aksi gerak cepat ini menegaskan komitmen Pemkab Banggai dalam menghadirkan negara di tengah kelompok paling rentan.
Melalui kepedulian yang berkelanjutan, Dinas Sosial Banggai berharap dapat memantik empati kolektif agar tak ada lagi warga yang merasa sendirian dalam berjuang.
Dan seluruh lapisan masyarakat bisa hidup berdampingan secara aman, tertib, dan penuh kasih. *
