LUWUK TIMES, Banggai – Maraknya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meneror wilayah Kabupaten Banggai memicu respon super cepat dari pemerintah daerah setempat.
Tak ingin kecolongan, BPBD Banggai bersama tim gabungan langsung mengambil langkah taktis untuk membendung sebaran api.
Kepala BPBD Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, mengonfirmasi bahwa pihak pimpinan daerah dan jajaran pengamanan telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla mendesak pada Jumat (21/08/2026).
Rakor strategis yang berlangsung di Ruang Kerja BPBD Kabupaten Banggai tersebut dihadiri langsung oleh jajaran puncak Forkopimda dan instansi teknis, di antaranya Kapolresta Banggai, Dandim 1308/LB, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dari hasil rakor lintas sektoral ini, Pemda dan BPBD Banggai menetapkan keputusan dengan mendirikan Posko Darurat Karhutla yang tersebar di enam wilayah prioritas.
Keenam titik strategis tersebut meliputi, Kecamatan Bunta, Kecamatan Pagimana, Kecamatan Toili, Kecamatan Batui, Kecamatan Lamala dan Kecamatan Luwuk.
Langkah responsif ini diambil untuk memangkas jalur birokrasi penanganan di lapangan.
Keberadaan posko di wilayah-wilayah kunci tersebut memungkinkan petugas gabungan bertindak cepat dan memproses setiap laporan serta aduan masyarakat terkait kemunculan titik api (hotspot) secara real-time. *










Tidak ada Respon