Luwuk Times, Luwuk Selatan — Musim kemarau dan suhu udara tinggi yang melanda Kabupaten Banggai mulai memicu peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teranyar, area lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, hangus terbakar pada Sabtu (19/09/2026).
Kebakaran yang meluas di area seluas 500 meter persegi tersebut dipicu oleh kombinasi cuaca panas terik dan hembusan angin kencang yang membuat kobaran api menyebar dengan sangat cepat di atas lahan kering.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, membenarkan kejadian tersebut berdasarkan laporan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan.
“Titik api pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 10.00 WITA. Kondisi lahan yang sangat kering dipadu angin kencang membuat api merambat cepat dan membakar area lahan hingga mencapai luasan sekitar 500 meter persegi,” ujar Kepala BPBD Banggai, Moh. Rifai Mahiwa.
Pihak BPBD menerima laporan kejadian pada pukul 12.13 WITA dari jajaran Camat Luwuk Selatan dan Lurah Maahas.
Merespons laporan tersebut, personel TRC BPBD Banggai langsung diterjunkan ke titik lokasi kejadian untuk melakukan asesmen sekaligus penanganan kebakaran.
“Tim di lapangan langsung berkoordinasi dengan warga setempat dan melakukan upaya pemadaman secara intensif. Beruntung kobaran api berhasil dilokalisasi sehingga tidak meluas lebih jauh dari dampak 500 meter persegi yang terdata,” tambah Moh. Rifai Mahiwa.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian bangunan pemukiman dalam peristiwa ini. Saat ini situasi di lokasi kejadian sudah sepenuhnya kondusif dan api telah berhasil dipadamkan total.
Mengingat prediksi BMKG terkait tingginya suhu udara selama musim kemarau, pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru di area lahan kering. *












