Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Luwuk Times, Batui — Langkah nyata dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana terus diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai.
Di bawah kepemimpinan H. Moh. Rifai Mahiwa, SE., M.Si., BPBD Banggai gencar menggalang sinergi lintas sektor untuk mengedukasi generasi muda sejak dini.
Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan Penyelarasan Kolaborasi Strategis Penanggulangan Bencana di Kecamatan Batui, BPBD Kabupaten Banggai bersama PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), Destana Uso, serta Pemerintah Desa Uso menggelar program SINERGI TAGANA – Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Berbasis Sekolah di SMAN 1 Batui pada Rabu (9/9/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Banggai, H. Moh. Rifai Mahiwa, menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan yang terstruktur di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya sadar bencana.
“Pengurangan risiko bencana berbasis sekolah adalah fondasi krusial. Siswa, guru, dan seluruh tenaga kependidikan tidak hanya perlu paham secara teori, tetapi wajib memiliki keterampilan praktis dalam mengenali potensi risiko, melakukan mitigasi, serta sigap mengeksekusi simulasi evakuasi saat kondisi darurat,” ujar Rifai Mahiwa.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan tanggap bencana.
“Sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta seperti DSLNG, dan masyarakat melalui Destana Uso adalah kunci. Kolaborasi semacam ini harus terus dipelihara agar masyarakat Batui semakin mandiri dan tangguh menghadapi setiap potensi ancaman,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, BPBD Kabupaten Banggai menurunkan jajarannya untuk memberikan materi mendalam. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banggai, Kristofferson Bode, SE., membawakan materi Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah yang dilanjutkan dengan praktik simulasi penanganan darurat.
Para peserta dari SMAN 1 Batui dan SMKN 1 Batui mengikuti jalannya pelatihan dengan antusiasme tinggi. Tak sekadar mendengar pemaparan, para siswa diajak langsung menentukan titik kumpul aman (assembly point) serta memetakan jalur evakuasi yang ideal di lingkungan sekolah mereka.
Melalui kepemimpinan aktif H. Moh. Rifai Mahiwa dan dukungan para mitra strategis, BPBD Kabupaten Banggai optimistis dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan siap menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya. *










