Advertising

Example floating
Example floating

Terbukti Pungli Jasa Nakes, DPRD Banggai Keluarkan Rekomendasi

Sofyan
Suasana RDP Komisi I DPRD Banggai yang berlangsung Senin 7 September 2026. (FOTO: Sofyan Labolo Luwuk Times)
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Luwuk Times, Luwuk — Tudingan busuk pemotongan jasa pelayanan medis bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Banggai akhirnya terbukti telanjang.

Praktek pungutan liar (pungli) yang menggerogoti hak para nakes ini dibongkar habis dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) panas di ruang rapat umum kantor DPRD Banggai, Senin (07/09/2026).

IMG-20260829-WA0006

Tak butuh waktu lama, pimpinan RDP yang juga Ketua Komisi I DPRD Banggai, Lisa Sundari, langsung “mengeksekusi” temuan tersebut dengan menembakkan rekomendasi tajam tiga poin.

Baca Juga:  Gebrakan Sekwan Herlita Tongko, Mantapkan Disiplin dan Genjot Kinerja Sekretariat DPRD Banggai

Pertama, DPRD Banggai mendesak Inspektorat bergerak cepat menyapu bersih dan memeriksa total 27 Puskesmas di seluruh Kabupaten Banggai.

Kedua, Puskesmas Kampung Baru dan Puskesmas Lobu resmi “dibidik” untuk menjalani pemeriksaan khusus lantaran kedapatan tak mampu mempertanggungjawabkan pemotongan uang rakyat tersebut.

Ketiga, DPRD menegaskan moratorium mutlak atas segala bentuk pemotongan dana nakes, mulai dari kapitasi, non-kapitasi, BOK, hingga biaya admin tukin.

“Apabila masih ada laporan pungutan, kami tidak akan segan meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan memberi tindakan tegas!” gertak Lisa Sundari dengan nada tinggi.

Baca Juga:  Menunggu Kepastian Angka dari Pusat, Rapat Banggar DPRD Banggai dan TAPD Diskors

Cecaan cecar dari para anggota dewan makin menyudutkan pimpinan puskesmas yang hadir. Lisa membongkar bobroknya transparansi internal instansi kesehatan tersebut.

“Puskesmas Kampung Baru dan Lobu Gagap! Mereka sama sekali tak bisa menjelaskan aliran uang pemotongan itu. Makanya, kami minta Inspektorat turun melakukan audit investigatif khusus!” tegas Politisi Golkar itu.

Baca Juga:  Hak Nakes Dirampok: TA Fraksi Golkar Beberkan Modus Licik Kapus di Banggai Tilep Rp15 Juta Sebulan

RDP yang berlangsung mencekam dan sarat tensi tinggi ini turut “menyeret” Asisten III Setdakab Banggai Nurjalal, Kadis Kesehatan Marsidin Ribangka, dan Sekdis Kesehatan Nurmasita Datu Adam ke kursi panas.

Hadir pula jajaran Inspektorat, para Kepala Puskesmas yang tertunduk lesu, serta Tenaga Ahli Fraksi Golkar Ramdan Bukalang yang mengawal langsung para nakes korban pungli. *

Reporter Sofyan Labolo

-->