Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Luwuk Times, Banggai — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan pemerasan membendung keringat tenaga kesehatan (nakes) meletup di Kabupaten Banggai.
Seorang oknum Kepala Puskesmas (Kapus) diduga kuat memanfaatkan jabatannya untuk “menyunat” honor dan jasa pelayanan para nakes bawahannya hingga 10 persen.
Praktik culas ini terbongkar setelah sejumlah nakes yang geram mendatangi langsung Ruang Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Banggai untuk mengadukan nasib mereka.
Tenaga Ahli Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Banggai, Muhamad Ramdan, mengecam keras tindakan oknum Kapus tersebut.
Menurutnya, ulah ugal-ugalan ini tak sekadar menindas hak para nakes, tetapi juga terang-terangan mencoreng citra pemerintahan ATFM yang mengusung misi tata kelola bersih.
“Ini bentuk penyalahgunaan jabatan yang sangat biadab dan tidak bisa dibiarkan! Jika terbukti memotong sepihak 10 persen honor nakes, ini jelas mencoreng nama baik Bupati yang berkomitmen membangun pemerintahan bersih,” tegas Ramdan dengan nada tinggi.
Ramdan mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai untuk tidak “masuk angin” dan segera turun tangan melibas dugaan penyelewengan ini.
Jika terbukti, ia menuntut sanksi tercopot dan hukuman terberat bagi oknum Kapus tersebut tanpa kompromi.
“Tidak ada toleransi! Keringat nakes dipangkas sepihak saat mereka berjuang melayani masyarakat. Kalau terbukti, bersihkan dan beri sanksi paling tegas!” lanjutnya.
Ia juga menyerukan agar seluruh nakes di Kabupaten Banggai tidak gentar menghadapi intimidasi ataupun penindasan di tempat kerja.
Fraksi Golkar menegaskan siap pasang badan mengawal hak-hak nakes dan membongkar bobroknya oknum pejabat nakal.
“Jangan pernah takut bersuara. Pintu Fraksi Golkar terbuka lebar. Sebagai partai pengusung ATFM, kami punya kewajiban moral mengawal pelayanan bersih dan membela rakyat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai maupun oknum Kepala Puskesmas yang bersangkutan masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan pemerasan tersebut. *










