Advertising

Example floating
Example floating

Asa Baru Kawasan ‘Kepala Burung’ Banggai: Program ‘Berani Lancar’ Kucurkan Rp67 Miliar Bebaskan Warga dari Kubangan Lumpur

Sofyan
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Luwuk Times, Banggai – Puluhan tahun berlalu sejak Indonesia merdeka dan Kabupaten Banggai berdiri, masyarakat di wilayah “Kepala Burung” (Kecamatan Balantak, Balantak Utara, Balantak Selatan, hingga Bualemo) masih harus mengurut dada.

Akses jalan utama yang menjadi urat nadi kehidupan mereka hancur berulangkali: berdebu bak gurun saat kemarau, dan berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan nyawa kala hujan turun.

IMG-20260829-WA0006

Namun, bayang-bayang ketiadaan infrastruktur yang layak itu kini mulai sirna.

Melalui program flagship “Berani Lancar” di bawah kepemimpinan Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid dan Wagub dr. Renny Lamadjido, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghembuskan angin segar dengan mengucurkan anggaran fantastis lebih dari Rp67 miliar.

Baca Juga:  Gerak Cepat Bupati Banggai Amirudin Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen

Suntikan dana APBD I Sulteng ini dialokasikan untuk membenahi total akses jalan yang menghubungkan ruas vital Poh – Mayayap – Bualemo serta Pangkalaseang – Balantak – Sobol.

Dua Raksasa Proyek Dikejar Target

Pengerjaan infrastruktur bernilai puluhan miliar ini ditangani langsung oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Sulteng menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) 2026–2027:

Ruas Poh – Mayayap – Bualemo (11 Km): Dikerjakan oleh PT Multi Indah Pratama dengan nilai kontrak Rp33,6 miliar (ditandatangani 9 April 2026).

Ruas Pangkalaseang – Balantak – Sobol (12 Km): Dikerjakan oleh PT Ariescont dengan nilai kontrak Rp35,6 miliar (ditandatangani 25 Mei 2026).

Baca Juga:  Suntikan Bonus Melimpah dan Aturan Unik, Bupati Cup ASN Mini Soccer 2026 Resmi Bergulir

Pantauan Luwuk Times di lapangan hingga akhir Agustus 2026 menunjukkan pengerjaan Lapis Pondasi Agregat (LPA) terus dikebut demi mengejar target pengaspalan.

Ir. Rusly S.Bahay, PPK Rekonstruksi Jalan Balantak, Balantak Utara, Balantak Selatan dan Bualemo

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ir. Rusly S. Bahay, menegaskan bahwa kedua kontraktor telah mengantongi uang muka sebesar 15 persen. Namun, aturan main skema MYC ini terbilang sangat ketat.

KontraktorRuas JalanPanjangNilai KontrakProgres Saat IniTarget Akhir 2026PT Multi Indah PratamaPoh – Mayayap – Bualemo11 KmRp33,6 Miliar10%Minimal 50%PT AriescontPangkalaseang – Balantak – Sobol12 KmRp35,6 Miliar4%Minimal 50%

Rusly optimistis bobot pekerjaan akan melonjak tajam begitu tahap pengaspalan dimulai. Kendati demikian, ia memberikan peringatan keras terkait performa kontraktor.

Baca Juga:  Tentang Wacana Provinsi Baru di Banggai Bersaudara, Bupati Amirudin Siapkan Pemekaran 4 Daerah

“Pembayaran hasil pengerjaan berikutnya baru dilakukan akhir Desember 2026 jika bobot mencapai di atas 50 persen. Jika di bawah itu, potensi putus kontrak dan tidak akan dibayar,” tegas Rusly.

Menjemput Kesejahteraan Ekonomi

Langkah berani pemprov ini disambut antusias oleh warga lokal. Rusman dan Fajri, pemuda asal Poh dan Siuna, tidak bisa menyembunyikan rasa lega mereka. Bagi mereka, jalan mulus bukan sekadar tentang kenyamanan berkendara, melainkan tentang masa depan ekonomi kawasan.

Konektivitas antar-kecamatan yang lancar akan mempercepat arus mobilitas hasil bumi dan barang, yang pada akhirnya mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat di kawasan Kepala Burung Banggai. *

Reporter Setiyo Utomo