LUWUK TIMES, Luwuk — Bentuk kepekaan dan kepedulian nyata ditunjukkan oleh Pemda melalui Dinas Sosial Kabupaten Banggai terhadap warga yang tertimpa musibah.
Tak butuh waktu lama setelah musibah kebakaran melanda Kelurahan Hanga-Hanga, Kecamatan Luwuk Selatan pada Minggu (9/8/2026) siang, tim Dinsos Banggai langsung bergerak sigap menyalurkan bantuan tanggap darurat di lokasi kejadian.
Peristiwa yang sempat menyita perhatian warga setempat tersebut langsung direspons secara taktis oleh instansi sosial daerah ini.
Meski penyebab pasti kebakaran dan total kerugian masih dalam proses pendataan pihak berwenang, Dinsos Banggai memastikan bantuan kemanusiaan tidak boleh tertunda.
Tindakan Nyata dan Bantuan Tepat Sasaran
Atas arahan Bupati dan Wakil Bupati Banggai, Kepala Bidang bersama jajaran Dinas Sosial Kabupaten Banggai turun langsung menyerahkan bantuan kepada dua Kepala Keluarga (KK) yang terdampak.
Bantuan disiapkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban pascabencana.
Paket bantuan yang disalurkan mencakup, sembako yang tentu saja untuk memastikan kebutuhan konsumsi harian korban terpenuhi.
Perlengkapan tidur meliputi kasur dan tempat tidur, agar warga terdampak dapat beristirahat dengan nyaman.
Selain itu pakaian layak pakai. Hal ini untuk menggantikan sandang yang hangus terbakar.
Wujud Kehadiran dan Kepekaan Sosial Pemerintah
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, kepada Luwuk Times, Minggu (09/08/2026) tadi malam menegaskan, penanganan cepat ini adalah wujud komitmen Dinsos dalam menjamin kepedulian negara/pemerintah daerah selalu hadir di tengah masa-masa sulit warga.
“Alhamdulillah, penyaluran bantuan korban bencana kebakaran Kelurahan Hanga-Hanga sebanyak dua KK telah diterima dengan baik. Langkah cepat ini adalah bukti kepekaan kami di Dinas Sosial, sesuai arahan Bapak Bupati dan Wakil Bupati, untuk memastikan masyarakat yang tertimpa musibah segera tersentuh bantuan dan tidak merasa sendiri,” ujar Hariadi.
Kehadiran Dinsos Banggai di lokasi bencana bukan sekadar menyerahkan bantuan fisik, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi keluarga terdampak agar dapat bertahan dan bangkit kembali. *
Reporter Sofyan Labolo

