LUWUK TIMES, Balantak Utara — Dinas Sosial Kabupaten Banggai kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Aplikasi SIKS-NG bagi wilayah Kecamatan Balantak, Kecamatan Balantak Utara dan Kecamatan Balantak Selatan.
Kegiatan dipusatkan di Kecamatan Balantak Utara dan diikuti oleh pemerintah desa, operator desa, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dari tiga kecamatan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Sosial Kabupaten Banggai untuk meningkatkan kapasitas para pengelola data di tingkat kecamatan dan desa, sekaligus mendorong tersedianya data sosial ekonomi masyarakat yang lebih akurat, mutakhir dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Plt. Camat Balantak Utara, Joni Nursin, S.Sos., yang menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan petugas pendamping dalam mendukung pengelolaan data sosial masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, SH, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan.
Dalam arahannya, Kadis Sosial menekankan bahwa kualitas data menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan program perlindungan dan kesejahteraan sosial.
“Data harus terus diperbarui dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Pemerintah desa, operator, pendamping PKH dan TKSK memiliki peran penting dalam memastikan perubahan kondisi masyarakat dapat tercatat dan ditindaklanjuti,” ujar Hariadi Bola.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran (JKN PBI-JK) yang disampaikan oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Luwuk, Mitra Akbar.
Selain itu, perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banggai, Hasanudin, memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemutakhiran data kependudukan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perubahan status kependudukan, termasuk data masyarakat yang telah meninggal dunia.
Pemutakhiran tersebut penting dilakukan agar data penerima maupun calon penerima program bantuan sosial dapat mencerminkan kondisi sebenarnya dan tidak terjadi ketidaksesuaian data akibat perubahan status kependudukan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Ronal Putje, S.Ip., MM., yang memberikan penjelasan mengenai DTSEN dan pemanfaatan aplikasi SIKS-NG dalam mendukung pengelolaan data sosial.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SIKS-NG yang disampaikan oleh operator Kabupaten, Auli Rahman.
Peserta diberikan pemahaman teknis agar dapat menjalankan proses pengelolaan dan pemutakhiran data melalui aplikasi secara lebih baik.
Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan juga dimaksimalkan melalui diskusi dan tanya jawab.
Pemerintah desa, operator, pendamping PKH dan TKSK diberikan kesempatan menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di wilayah masing-masing.
Berbagai persoalan yang muncul kemudian dibahas secara bersama-sama dengan melibatkan unsur terkait untuk mengidentifikasi pokok permasalahan, langkah penyelesaian, serta solusi yang dapat dilakukan di tingkat desa maupun kecamatan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Banggai berharap kapasitas pemerintah desa, operator, pendamping PKH dan TKSK dalam pengelolaan data sosial semakin meningkat.
Sinergi lintas sektor juga terus diperkuat agar proses pemutakhiran data dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan pengelolaan data yang semakin baik, pemerintah daerah dapat memiliki informasi sosial ekonomi masyarakat yang lebih mutakhir sebagai salah satu dasar dalam mendukung pelaksanaan program perlindungan sosial dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Banggai. *













