LUWUK TIMES, Luwuk – Di bawah teriknya matahari Kota Luwuk Kabupaten Banggai, Kamis (5/11/2026), Tugu Adipura riuh. Sekitar tiga puluh pemuda yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Luwuk-Banggai turun ke jalan.
Mereka datang membawa satu suara yang sama, yakni memperjuangkan nasib para pekerja yang diduga menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak di PT KFM Bunta. Suara serak dan orasi bergema, menuntut keadilan bagi sesama anak bangsa yang sedang kesulitan.
Namun, di tengah semangat membara itu, ketegangan sempat merayap naik. Kepulan asap hitam membubung tinggi tatkala ban bekas dibakar di tengah jalan.
Api berkobar, membawa potensi bahaya yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan para pengunjuk rasa sendiri maupun warga yang melintas.
Di sinilah sebuah pemandangan mengharukan tersaji. Alih-alih merespons dengan barikade ketat atau pendekatan kaku, Kapolresta Banggai, Kombes Pol. Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., justru mengambil langkah yang menyentuh nurani.
Tanpa ragu, perwira melati tiga di pundak itu melangkah maju. Di tengah kobaran api yang memanas, ia memasang badan, turun tangan langsung untuk menjinakkan si jago merah.
Bukan untuk meredam suara mereka, melainkan demi melindungi keselamatan setiap jiwa yang ada di sana agar terhindar dari marabahaya. Aksi sigap itu sontak mengubah atmosfer panas menjadi teduh.
Bagi Kombes Pol. Hendri, mengawal unjuk rasa bukan sekadar tugas menjaga ketertiban, melainkan panggilan kemanusiaan.
Di matanya, para mahasiswa yang berteriak lantang adalah anak-anak bangsa yang sedang menyuarakan nurani, dan keselamatan mereka adalah yang utama.
“Kami memastikan agar setiap aspirasi dapat disampaikan dengan aman, tertib, dan damai. Namun, keselamatan bersama tetap menjadi prioritas,” ucapnya dengan tenang penuh wibawa, memastikan bahwa negara hadir bukan untuk membungkam, melainkan untuk merangkul dan melindungi.
Aksi damai itu akhirnya berlanjut dengan tertib menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai.
Di sana, asa para pekerja yang terpinggirkan kembali digantungkan. Dan di hari itu, Luwuk menjadi saksi bahwa di balik seragam tegas seorang aparat, bersemayam hati seorang pelindung yang tulus mencintai rakyatnya. *
Sumber Polresta Banggai














